Thursday, May 28, 2015

Lab 8 MikroTik - Install Ulang Perangkat MikroTik Dengan Netinstall



Bosan, Iseng? Install ulang routerboard yok!! Selain mereset konfigurasi menggunakan hard dan soft reset. Kita bisa mereset semua konfigurasi menggunakan cara install ulang loh. Penasaran cara install ulangnya? Berikut informasiinya.

Persiapan Termasuk Persiapan Mental

Pertama siapkan alat-alat yang diperlukan dulu seperti netinstall bisa didownload di website mikrotik, routerboard (sudah pastilah), paket-paket mikrotik (boleh versi terbaru atau lama) yang pasti sesuai dengan arsitektur routerboard anda dan terakhir, keberanian untuk menginstall ulang. Oh iya, hati-hati loh dalam menginstall ulang. Bisa-bisa kalau salah pilih drive C atau data D anda yang hilang. 



Atur Booting Lewat Ether

Sebelum menginstall ulang, kita harus mengubah pengaturan bootingnya agar booting melalui ether, ubah pengaturan booting bisa melalui menu system > Routerboard. Lalu klik setting dan ubah boot devicenya menjadi try ethernet once then nand. 

Pindahkan Kabel Ke Port 1 (POE)

Setelah itu, pindahkan kabel ethernet yang terhubung ke port 1 routerboard (POE).
 

Atur Ip Di Client

Karena router nantinya akan kita hard reset saat mendeteksi perangkat di netinstall, maka seluruh konfigurasi akan menjadi default pabrik. Sehingga ip router juga akan menjadi default. Jadi, ip yang harus disetting pada PC adalah ip yang satu network dengan ip default pabrik tersebut. Masih ingat ip default RB? Untuk lebih jelasnya, silahkan konfigurasi ip pada laptop seperti ini.
  • Ip Address : 192.168.88.2
  • Netmask : 255.255.255.0

Setting Net Booting di Netinstall

Lalu buka netinstallnya. Ingat! Jangan sampai salah tekan. Ikuti instruksi maka anda akan baik-baik saja. Klik pada netbooting lalu masukan address si router dengan menceklist boot server enabled. Lalu klik ok

Mendekteksi Perangkat MikroTik di Netinstall

Setelah pengaturan booting dan memasukan ip port 1 routerboard pada netbooting. Sekarang tinggal, mendeteksi si routerboard pada netinstall. Untuk mendeteksinya gunakan cara hard reset. Selesai hard reset, dipastikan akan muncul identitas si router pada netinstall dengan mac addressnya dengan status ready.  

Mencari Letak File Paket

Lalu cari letak paket-paket yang sudah didownload. Tapi tetap si routerboard masih yang dikonfigurasi (tetap pilih yang routerboard jangan yang drive diatasnya). Maka paket yang dipilih akan muncul pada jendela paket-paket. 

 Menginstall RB Dengan Paket-Paketnya

Selanjutnya, jika paket sudah masuk. Masih tetap routerboard yang dipilih, klik select all lalu klik install. 


Maka proses instalasi akan berjalan seperti biasanya. Dengan ini paket-paket yang terpilih tadi akan masuk kedalam sistem mikrotik.
 

Jika sudah selesai, routerboard akan meminta restart, klik ok. Setelah restart coba lihat konfigurasi-konfigurasinya lagi. Maka semua konfigurasi akan terhapus dan otomatis tereset ulang.

Update

Bagi yang bingung bisa langsung cek di video yang sudah saya tambahkan. Di video ini juga ada beberapa tambahan yang belum saya sempat jelaskan pada artikel ini. Seperti cara netinstall via ethernet tanpa mengubah booting di mikrotik dll. Semoga membantu memudahkan kalian untuk melakukan netinstall terhadap perangkat mikrotik kalian guys. Video juga bisa diakses pada link berikut ini.



Barangkali hanya itu yang dapat saya jelaskan, semoga penjelasan kali ini memudahkan anda dalam melakukan netinstall terhadap perangkat mikrotik kalian yang mungkin tiba tiba hang :v. Semoga bermanfaat, sekian dari saya, salam networking. Sampai berjumpa lagi di artikel berikutnya.

Lab 7 MikroTik - Reset Konfigurasi MikroTik


Apa yang akan kalian lakukan jika kalian tidak bisa masuk ke sistem mikrotik? panikah? Cari bantuankah? atau menunggu sampai alatnya bisa kembali normal? Di dalam lab kali ini saya ingin menjelaskan beberapa hal kenapa kita tidak bisa masuk ke sistem mikrotik dan bagaimana cara mengatasinya. Ini dia lab yang ditunggu-tungu yaitu reset konfigurasi. 

Dalam reset konfigurasi ini terdapat 2 cara atau metode yang bisa kita lakukan. Cara tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah soft reset dan hard reset. Dimana soft reset ini adalah melakukan reset didalam sistem mikrotiknya sedangkan hard reset berkaitan langsung dengan alat RBnya. Maksudnya apa? berikut penjelasan materinya.



Hard Reset

Lupa username login? Lupa password login? Tenang jangan panik karena ada solusinya. Apa itu? Yaitu mereset konfigurasi. Memang dengan mereset konfigurasi, kita akan bisa masuk kembali ke dalam mikrotik. Namun, hanya sepintas kata, semua konfigurasi yang telah kita lakukan akan hilang dalam sekejap mata. 

Jika hard reset dilakukan, maka konfigurasi akan kembali ke default mode. Seperti ip default dan login default. Dalam hard reset kita tidak diberikan pilihan mana yang ingin di reset, mana yang tidak.  


Untuk melakukan hard reset ikuti langkah-langkah dibawah ini, yang penting siapkan saja routerboard yang sudah ada konfigurasinya.
  • Mencabut semua kabel, baik itu kabel ethernet maupun kabel power.
  • Masukan benda yang berujung kecil seperti tusuk gigi atau pulpen untuk menekan tombol reset.
  • Pastikan benda tersebut menekan tombol reset sampai ada bunyi tombol yang tertekan atau sebut saja bunyi tombol
  • Setelah terdengar bunyi, colokan kabel power.
  • Maka lampu ACT akan berkedap-kedip, tunggu sampai lampunya berhenti berkedap-kedip.
  • Jika lampu sudah berhenti berkedap-kedip reset konfigurasi sudah selesai dilakukan.
  • Tinggal colok kabel ethernet dan masukan pada pc dan lihat pada semua konfigurasi. Dan semua konfigurasi akan kembali ke default mode.

Soft Reset

Berbanding terbalik dengan hard reset mikrotik, soft reset dilakukan di sistem mikrotiknya sehingga untuk meresetnya kita membutuhkan perintah reset konfigurasi. Soft reset dilakukan jika konfigurasi sudah terlalu banyak dan susah untuk diatur. Namun jika lupa username dan password untuk login soft reset tidak bisa dilakukan karena soft reset hanya bisa dilakukan pada saat masuk kedalam sistem mikrotik.

Menggunakan soft reset lebih dimudahkan. Kenapa? Karena kita bisa memilah mana yang ingin di reset dan mana yang tidak ingin direset. Pemilahan yang dapat dilakukan yaitu.
  • Tidak mereset konfigurasi user
  • Tidak ada default konfigurasi
  • Tidak ada satupun yang di backup
Untuk mereset konfigurasi secara reset bisa pada menu System > Reset configuration. Atau bisa menggunakan perintah command line dibawah ini.

[admin@alfa] > system reset-configuration

Update

Bagi yang masih bingung cara mereset konfigurasi secara hard maupun soft, bisa langsung ditonton video yang sudah saya siapkan berikut. Video juga bisa diakses pada link berikut



Berakhirlah perjumpaan kita di lab reset konfigurasi ini. Semoga hal ini bisa membantu anda dalam melakukan reset ketika diperlukan. Terima kasih saya ucapkan kepada pengunjung baik yang setia maupun yang nyasar. Saran dan pertanyaan jangan lupa di letakkan di komentar. Terima kasih lagi.

Tuesday, May 26, 2015

Lab 6 MikroTik - Management Log

\

Pada lab sebelumnya kalian telah mengenal apa itu log. Log adalah catatan informasi hasil aktifitas si router. Semua aktifitas router akan tercatat didalam log tersebut. Namun hanya beberapa aktifitas saja yang tercatat. Sedangkan kita bisa memanage apa saja yang ingin tercatat dalam log tersebut. Pertama-tama kita lihat terlebih dahulu tampilan dari log. Log sendiri dapat dilihat pada menu log.


Selanjutnya, log bisa dimanage pada menu system > logging. Bisa terlihat pada tab logging, beberapa topik yang muncul pada loging adalah topik critical, error, info, dan warning. Beberapa topik ini bisa diberi action, seperti info yang diberi action defaultnya ke arah memory routerboard.


Kita juga bisa menambahkan topik baru dengan cara menekan pada tombol add rule. Semisal, kita ingin menambah topik tentang firewall. Jadi semua yang berkaitan dengan firewall akan masuk kedalam sistem log. Action yang kita berikan adalah memory. Sehingga semua topik yang berkaitan dengan firewall akan terekam dalam memory routerboard.


Lalu lihat pada log, bahwa pada baris akhir keterangan bisa terlihat, log rule baru telah ditambahkan oleh admin. Dengan ini maka seluruh info yang berkaitan dengan firewall, maka akan masuk kedalam sistem log dan terekam di dalam memory routerboard. 
Namun, hal ini tidak disarankan untuk anda, sebaiknya anda menghapus konfigurasi sebelumnya. Karena nantinya kita akan bermain dengan firewall sementara log anda akan penuh.


Demikianlah bagaimana cara memanagement log. Semoga anda dapat paham tentang sistem bagian mana saja yang dibolehkan di log. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Jangan lupa datang lain kali.

Domain Name Service (DNS) Di Windows Server



Kembali lagi ke konfigurasi-konfigurasi windows server. Kali ini kita akan membahas cara konfigurasi DNS. Sebelumnya, apa kalian sudah mengenal yang namanya DNS? Perlu kalian tau, DNS adalah suatu pengubahan IP menjadi sebuah nama. Bingung? gini deh, kalian pernah ngakses google.com? 

Naah, google.com itu adalah suatu nama, sebenarnya secara tidak langsung kita mengakses ip google.com tersebut. Pasti akan merepotkan jika kita harus mengingat dan langsung mengakses ipnya google yang berbelit-belit. Sehingga untuk dimudahkan, dibuatlah DNS ini agar kita hanya perlu mengingat nama google.com sehingga tidak harus mengingat ipnya si google. 

Topologi

Dengan mengkonfigurasi DNS, berarti kita membuat ip pada server Windows server kita bisa diakses dengan menggunakan sebuah nama. Semisal dibawah ini saya punya server windows dan ipnya adalah 10.10.10.1/30 dan disaat yang sama disetting DNS dengan nama lesehan-online.com. Si client bisa mengakses (semisal mengeping) ke arah nama domain tersebut. 

Tabel Address

  • Server  
    • Ip Address : 10.10.10.1 
    • Netmask : 255.255.255.252
    • Dns : 10.10.10.1   | Di isikan dengan ip server yang di setting dnsnya.
  • Client
    • Ip Address : 10.10.10.2
    • Netmask : 255.255.255.252
    • Dns : 10.10.10.1   | Di isikan dengan ip server yang di setting dnsnya.

Install DNS Server Di Windows Server

Seperti yang kita tau, di windows server, untuk menginstall aplikasi penyedia layanan (aplikasi server) semuanya bisa dinstall dan disetting di server roles. Sedangkan untuk menambahkan aplikasi tersebut, kita bisa mengklik perintah "add roles" pada server manager tersebut. Karena kita ingin menginstall aplikasi DNS, maka saat pemilihan aplikasi adalah DNS server.



Jika sudah selesai menginstall aplikasi DNSnya, kita masuk ke tempat konfigurasi DNSnya. Caranya, bisa mengklik DNS pada bagian administrative tools di start menu seperti gambar dibawah ini.

Konfigurasi Forward Lookup Zone

Selanjutnya adalah mengkonfigurasi DNSnya, pertama pikirkan sebuah nama dan diakhiri dengan sebuah domain penutup. Hal ini dikarenakan di file "forward lookup zone" berisi konfigurasi untuk setting nama domainnya. Langsung saja pada forward lookup zonenya kita tambahkan zona baru dengan tipe zona sebagai primary. Setelah itu tinggal klik next.



Lalu seperti pada tampilan dibawah, kita bisa memberikan nama domain yang bebas. Jika konsep settinganya, sebenarnya kita memberikan nama untuk zona network si windows server. Selanjutnya, karena kita ingin membuat DNS dari awal konfigurasi maka untuk file settingannya kita buat baru juga.


Biasanya, pada saat menambahkan nama domainya, akan muncul permintaan untuk melakukan update secara otomatis (Dynamic Update). Untuk hal ini, kita tidak perlu melakukan update otomatis. Jadi, cukup dengan memilih pilihan "do not allow dynamic updates".

Konfigurasi File Reverse Lookup Zone

Selanjutnya yang dikonfigurasi adalah file reversenya. Untuk file ini berisi konfigurasi ip yang akan dijadikan domain nantinya. Ip yang disetting disini adalah ip yang digunakan server. Sehingga settingan ipnya adalah 10.10.10.1/30. Seperti biasa, kita tambahkan zona baru pada file reversenya, dengan tipe zonanya yang primary.



Karena implementasi kita menggunakan Ipv4, maka settingan dibawah ini juga disetting dengan Ipv4. Selanjutnya pemasukan networknya. Gunakan network yang satu network dengan server seperti pada topologi. Konfigurasinya cukup ikuti tampilan gambar dibawah ini.


Dan terakhir dari konfigurasi file reverse, adalah settingan file addr.arpa-nya. Cukup ikuti dengan mengklik buat file baru seperti gambar dibawah ini.

Menambahkan Konfigurasi Parent Domain

Dengan begini, settingan dari kedua file DNSnya (forward dan reverse) sudah terkonfigurasi. Selanjutnya, tinggal penyelesaian. Agar penamaan dns lebih efektif. Kita bisa manambahkan parents domain seperti www, ftp, atau sub domain lainnya. 

Yang dikonfigurasi disini adalah di file nama domain yang sudah dibuat tadi. Selanjutnya tinggal menambahkan parent domain disertai dengan address servernya.


Pengecekkan Pada Client.

Tahap akhir dari lab ini adalah pengecekkan di client. Karena pengecekkan merupakan penentu berhasilnya konfigurasi atau tidak. Sebelum itu, pastikan client sudah terkonfigurasi addressnya seperti yang sudah di perlihatkan di tabel address. Pastikan juga, Dns Address pad client juga sudah tersetting dengan address kearah ip server yang di jadikan domain penamaan.

Jika semua address sudah dikonfigurasi, tinggal pengecekkan di cmd dengan menggunakan perintah nslookup. Perintah ini bertujuan untuk melihat dns nama beserta ip yang sudah disetting pada server windows sebelumnya. Jika address dan nama dari server sudah terlihat seperti gambar dibawah ini, berarti ini menandakan konfigurasi dns pada windows server sudah berhasil di lakukan. 

Tambahan, dengan begini kita bisa mencoba test ping (dengan cmd) kearah domain nama si server. Disini saya juga sudah bisa mengeping kearah nama domain server. Untuk perintah pingnya cukup seperti perintah dibawah ini.


Beberapa hal demikianlah yang dapat menyelesaikan konfigurasi DNS pada windows server 2008, Semoga agan-agan yang melihat ini dapat memahaminya dan menyelesaikan segala kepusingan karena tidak berhasil dalam mengkonfigurasi. Jangan lupa untuk terus mendukung kami, sampai jumpa pada postingan selanjutnya. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar, terima kasih lagi.

Lab 5 MikroTik - Management Paket : Upgrade & Downgrade Paket MikroTik


Paket-paket pada mikrotik bisa di upgrade dan downgrade. Tujuannya apa? Untuk memperbaharui sistem dan kinerja pada mikrotik agar sistem tersebut menjadi lebih baik dan berkembang sesuai masanya.

Melihat Arsitektur Dan Tipe Routerboard

Sebelum upgrade dan downgrade kita harus mengetahui terlebih dahulu versi mikrotik berapakah yang sedang kita gunakan? Untuk melihatnya, bisa pada winbox pada tilte bar terdapat versi, tipe dan arsitektur dari si Mikrotik routerboard.


Download Paket Di Website Resmi MikroTik

Setelah itu buka link resmi mikrotik (http://www.mikrotik.com/download) dan download versi yang ingin di download. Untuk mendownloadnya ada tata caranya yaitu :
  • Lihat arsitektur si routerboard
  • Pada arsitektur tersebut kita lihat, adakah tipe yang routerboard gunakan.
  • Jika ada silahkan di download versinya. Mau versi yang baru atau yang lama tidak masalah. Lebih baik yang baru agar sistem kinerja berkembang sesuai masanya.

Memasukan Paket Yang Di Download Ke File List MikroTik

Setelah di download, filenya di extract. Blok semua paket yang telah didownload dan lakukan teknik drag and drop (tarik dan letakkan) dan di drop pada file list (letakan paket harus di bagian kosong). Tunggu sampai upload file selesai.
 
Keterangan :
  • Teknik drag and drop bisa dilakukan pada winbox. Selain winbox, teknik drag and drop bisa di lakukan pada ftpclient.
  • Selain menggunakan teknik drag and drop juga bisa menggunakan teknik mengkopi paste ke ftp lewat windows explorer.
  • Ftp yang disediakan mikrotik hanya dapat melihat file list dari si mikrotik. Sehingga ftp client tidak bisa digunakan untuk mengkonfigurasi. Namun, hanya sebatas data yang tersimpan pada file list.

Seperti biasa, agar file yang telah di upload ke file list tadi dapat terbaca dan terkonfigurasi, kita harus merestart sistemnya.


Pengecekkan Berhasilnya Mengupgrade Paket

Setelah sistem sudah di restart, kita cek kembali versi si mikrotik. Hal ini menunjukan bahwa upgrade paket telah selesai di laksanakan.




Kita juga bisa melihat hasil dari pengupgrade paket pada menu system>packages. Bisa di lihat pada versinya sudah menjadi ke versi yang terbaru.



Selain itu, coba cek kembali pada log. Apakah semua paket sudah terinstall? Atau ada yang gagal? Jika ada yang gagal terinstall di coba ulang lagi, mungkin saja paket yang di download corrupt.

Note : Log adalah cara untuk melihat informasi aktifitas si router.


Cara Downgrade Paket

Selain itu, cobalah untuk mengetest downgrade. Ataupun perintah-perintah yang lainya. Jika downgrade, pada paket yang di download tadi haruslah paket yang lama. Setelah di download, diextract dan di drag & drop ke file list lalu setelah di upload ke file list, tinggal mengklik tombol downgrade seperti pada gambar dibawah ini.

Caranya tidak terlalu berbeda dengan upgrade, berikut perbedaan konfigurasi upgrade dan downgrade. 
  • Jika upgrade downloadnya yang versi terbaru sedangkan downgrade versi yang lama. 
  • Saat paket versi lama sudah di upload ke file list, langkah yang harus dilakukan buknlah merestart sistem melainkan mengklik tombol downgrade seperti gambar di bawah ini.

Update

Bagi yang masih belum mengerti atau kurang paham, saya sediakan pada video berikut ini. Video juga bisa diakses pada link berikut. Semoga bermanfaat guys.


Demikianlah penjelasan mengenai upgrade dan downgrade paket di Mikrotik. Semoga anda dapat memahaminya. Terima kasih sudah berkunjung datang lain kali. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan bisa kalian masukan di komentar terima kasih.

Lab 1 Cisco - Pengecekkan Hardware dan Software



Dimulai dari lab ini kita akan terus mencoba dan mengkonfigurasi lab-lab yang saya berikan pada postingan-postingan lab cisco. Siapkan laptop dan alat perangnya (real device boleh simulator juga boleh). Tapi perlu diketahui, bahwa saya disini melabkannya dengan menggunakan simulator. kalian sudah tau kan alasanya. Langsung saja dengan ini lab awal materi pertemuan cisco dimulai.

Lab Simulator Cisco Paket Tracer

Langsung saja, karena kita menggunakan simulator. Maka, lab awal yang akan kita gunakan adalah menggunakan simulator Cisco paket tracer. Langsung saja, aplikasi CPTnya dibuka. yang belum punya silahkan di download di situs terdekat. Dan kita masukan saja alat routernya. Caranya bisa dilihat dari gambar dibawah ini. 


Pengecekkan Hardware

Kita akan memulai lab dari mengenal hardware cisco. Sama seperti komputer biasa, Cisco router sendiri memiliki sistem hardware yang berisi tentang power supply, memory, hard disk. Sebelum mengkonfigurasi, alangkah baiknya jika kita mengenal hardware yang digunakan oleh perangkat yang akan kita setting.

Untuk melihat hardware dari perangkat, kita bisa melihatnya dengan perintah Show version Pada sistem konfigurasinya. 

R1>enable
R1#sh ver
Cisco IOS Software, 2600 Software (C2691-ADVENTERPRISEK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 18-Jul-07 05:51 by prod_rel_team

ROM: ROMMON Emulation Microcode
ROM: 2600 Software (C2691-ADVENTERPRISEK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

R1 uptime is 0 minutes
System returned to ROM by unknown reload cause - suspect boot_data[BOOT_COUNT] 0x0, BOOT_COUNT 0, BOOTDATA 19
System image file is "flash:c2600-j1s3-mz.122-15.T7.bin"

Cisco 2691 (R7000) processor (revision 0.1) with 124928K/6144K bytes of memory.
Processor board ID XXXXXXXXXXX
R7000 CPU at 160MHz, Implementation 39, Rev 2.1, 256KB L2, 512KB L3 Cache
2 FastEthernet interfaces
DRAM configuration is 64 bits wide with parity enabled.
55K bytes of NVRAM.
16384K bytes of ATA System CompactFlash (Read/Write)

Configuration register is 0x2102
Dilihat dari show version di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa perangkat memiliki sistem hardware sebagai berikut.
  • Tipe routernya adalah Cisco 2691
  • Memory-nya sebesar (124.928 + 6144) Kbytes = 131.072 Kbytes (128 Mb)
  • NVRAM-nya sebesar 55kbytes
  • Kecepatan processor 160Mhz
  • Terdiri dari 2 port fast ethernet 
  • Sistem flash sebesar : 16.384 Kbytes (16 Mb)
Dalam sistem terdapat RAM dan NVRAM. Apa perbedaannya? RAM adalah hardware yang berfungsi hanya untuk memproses sedangkan NVRAM adalah hardisknya. Perlu diingat!!, dalam konfigurasi, tempat penyimpan dari RAM adalah running-config dan tempat penyimpanan dari NVRAM adalah startup-config.

Pengecekkan Software

Jika sudah mengenal sistem hardware dengan baik, maka tinggal mengenal sistem software dengan baik. Sistem software disini maksudnya adalah sistem operasi yang digunakan cisco. Setiap perangkat memerlukan sistem operasi untuk menghubungkan antara pengguna dengan sistem hardware. Sama seperti perangkat-perangkat lainnya, cisco juga memiliki sistem operasi tersendiri.

Masih menggunakan perintah yang sama untuk mengecek sistem softwarenya. Gunakan perintah show version.

R1>enable
R1#sh ver
Cisco IOS Software, 2600 Software (C2691-ADVENTERPRISEK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 18-Jul-07 05:51 by prod_rel_team

ROM: ROMMON Emulation Microcode
ROM: 2600 Software (C2691-ADVENTERPRISEK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2)

R1 uptime is 0 minutes
System returned to ROM by unknown reload cause - suspect boot_data[BOOT_COUNT] 0x0, BOOT_COUNT 0, BOOTDATA 19
System image file is "flash:c2600-j1s3-mz.122-15.T7.bin"

Cisco 2691 (R7000) processor (revision 0.1) with 124928K/6144K bytes of memory.
Processor board ID XXXXXXXXXXX
R7000 CPU at 160MHz, Implementation 39, Rev 2.1, 256KB L2, 512KB L3 Cache
2 FastEthernet interfaces
DRAM configuration is 64 bits wide with parity enabled.
55K bytes of NVRAM.
16384K bytes of ATA System CompactFlash (Read/Write)

Configuration register is 0x2102
Berdasarkan show version yang kita gunakan. Kita dapat menyimpulkan pengecekkan software adalah sebagai berikut.
  • Versi Ios yang digunakan adalah 12.4(15)T1.
  • Nama file Iosnya adalah c2600-j1s3-mz.122-15.T7.bin (disimpan di direktori flash)
  • Nilai register yang digunakan adalah 0x2102
Sedikit tambahan, untuk nilai register terdapat 2 nilai register yang sering digunakan. Yaitu : 
  • 0x2102 : Sistem akan membaca konfigurasi startup.
  • 0x2102 : sistem akan membypass konfigurasi startup.
Sekian lab 1 cisco diakhiri, walaupun tidak terlalu seru tapi setidaknya ada yang bisa diperoleh dari pelajaran ini. Terima kasih telah berkunjung datang lain kali. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar.

Kenal Saya

Follow My Twitter

Profil



Nama saya Alfa Farhan Syarief, web ini ada berdasarkan nama saya sendiri. Saya sendiri masih duduk tingkat SMK. Lebih lengkapnya saya masih bersekolah di SMKN 1

More »

Blog Archive

Recent Comment