Friday, November 20, 2015

Lab 23 Cisco - Dynamic Routing - EIGRP

Assalamu'alaikum

Masih dimalam yang sama dan masih membahas materi yang sama dan juga salam netwoking. Jika sebelumnya, kita membahas materi tentang statik routing, kali ini kita akan membahas yang dynamic routing. Ya, walaupun dynamic tapi tetap harus kita konfigurasi. Bagaimana konsep dan konfigurasinya? akan kita bahas bersama.

Routing EIGRP

EIGRP (Enchanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah suatu protocol routing dynamic yang merupakan propietary Cisco yang berarti hanya cisco yang dapat menggunakan routing protocol ini. Namun, berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kini EIGRP telah open standart. EIGRP bahkan mamiliki banyak kelebihan yang menguntungkan diantaranya.
  • Termasuk protokol routing tingkat lanjut 
  • Waktu convergence yang cepat (cepat dalam mengatasi link yang putus dan langsung mencari path backup tercepat).
  • Mendukung VLSM dan subnet-subnet.
  • Update dilakukan jika hanya ada perubahan pada network tertentu
  • Adil dalam membagi link yang sama ke network tujuan (load balance)
  • Pemilihan jalur terbaik menggunakan metric


Topology

Untuk mengkonfigurasi nya kita juga bisa menggunakan topology pada lab sebelumnya. berikut topologynya. 

Setting Address

Untuk mengkonfigurasinya.. pertama kita setting ip pada setiap interface yang tertera pada topology diatas.  

Router1#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router1(config)#hostname Medan
Medan(config)#int s2/0
Medan(config-if)#ip addr 12.12.12.1  255.255.255.0
Medan(config-if)#no sh
Router2#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router2(config)#hostname Jakarta
Jakarta(config)#int s2/0
Jakarta(config-if)#ip addr 12.12.12.2  255.255.255.0
Jakarta(config-if)#no sh
Jakarta(config)#int fa0/0
Jakarta(config-if)#ip addr 23.23.23.2  255.255.255.0
Jakarta(config-if)#no sh
Router3#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router3(config)#hostname Bali
Bali(config)#int fa0/0
Bali(config-if)#ip addr 23.23.23.3  255.255.255.0
Bali(config-if)#no sh

Konfigurasi Loopback

Setelah itu kita coba buat loopback yang berfungsi sebagai bahan acuan untuk target pengiriman data. Jadi seolah-olah kita tidak mengeping kearah interface router namun seolah-olah kita mengeping ke routernya langsung. Kita buat interface loopback pada setiap router.

Medan(config)#int lo0
Medan(config-if)#ip addr 1.1.1.1   255.255.255.255
Medan(config-if)#ex
Jakarta(config)#int lo0
Jakarta(config-if)#ip addr 2.2.2.2   255.255.255.255
Jakarta(config-if)#ex
Bali(config)#int lo0
Bali(config-if)#ip addr 3.3.3.3   255.255.255.255
Bali(config-if)#ex

Routing EIGRP Configuration

Tinggal tahap akhir yaitu merouting dynamic-kan dengan cara mengadvertisekan (memperkenalkan) networknya masing-masing pada protocol routing EIGRP. 

Medan(config)#router eigrp 10
Medan(config-router)#network 12.12.12.0
Medan(config-router)#net 1.1.1.1
Medan(config-router)#no auto-summary
Jakarta(config)#router eigrp 10
Jakarta(config-router)#net 12.12.12.0
Jakarta(config-router)#net 23.23.23.0
Jakarta(config-router)#net 2.2.2.2
Jakarta(config-router)#no auto-summary
Bali(config)#router eigrp 10
Bali(config-router)#net 23.23.23.0
Bali(config-router)#net 3.3.3.3
Bali(config-router)#no auto-summary

Pengecekkan

Di beberapa routing protokol kita harus menggunakan identitas routing. Di setiap router yang menggunakan routing protokol tersebut harus menyamakan identitas routing. Jika sudah, maka dengan di settingnya protokol routing EIGRP setiap router akan dapat saling terhubung dan terkoneksi. Dan hal ini bisa dilihat dari table routing.  
Medan#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     1.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
D       1.0.0.0/8 [90/21152000] via 12.12.12.2, 00:02:10, Serial2/0
C       1.1.1.1/32 is directly connected, Loopback0
     2.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
D       2.0.0.0/8 [90/20645120] via 12.12.12.2, 00:01:24, Serial2/0
D       2.2.2.2/32 [90/20640000] via 12.12.12.2, 00:02:10, Serial2/0
     3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       3.3.3.3 [90/20642560] via 12.12.12.2, 00:01:24, Serial2/0
     12.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
D       12.0.0.0/8 [90/21029120] via 12.12.12.2, 00:01:24, Serial2/0
C       12.12.12.0/24 is directly connected, Serial2/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
D       23.23.23.0 [90/20514560] via 12.12.12.2, 00:02:10, Serial2/0

Demikianlan penjelasan singkat tentang routing eigrp dynamic. Semoga bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan bisa anda letakkan di komentar. Terima Kasih.

Lab 22 Cisco - Statik Routing

Assalamu'alaikum

Selamat malam dan salam networking. Dimalam yang spesial ini, saya ingin kembali berbagi materi cisco selanjutnya. Seperti biasa, karena sudah memasuki materi tentang router, maka materi kali ini akan berkaitan dengan router yaitu routing. Apa itu routing? Apa manfaatnya? dan bagaimana cara mengkonfigurasinya? akan saya jelaskan pada materi ini.

Routing Topologi

Routing adalah suatu metode untuk menghubungkan antar device yang berbeda network. Sedangkan static routing sendiri adalah metode untuk menghubungkan network yang berbeda tersebut secara manual. Dimana kita sebagai administrator bebas menentukan bagaimana router bisa sampai ke network tujuan dengan menggunakan jalur tertentu. Langsung saja kita konfigurasi untuk topology dapat menggunakan topology dibawah ini
 
Untuk mengkonfigurasi routing static kita bisa menggunakan dua struktur config seperti dibawah ini.

router(config)# ip route A.B.C.D (Network Tujuan/host tujuan) A.B.C.D (subnet mask) A.B.C.D (Next Hop/IP Tetangga )
router(config)# ip route A.B.C.D (Network Tujuan/host tujuan) A.B.C.D (subnet mask) s2/0 (Interface ke arah router tetangga )

Setting Address

Untuk mempermudah, kita akan menggunakan teknik konfigurasi ip. Dimana network yang mempertemukan R1 dan R2 adalah 12.12.12.0/24 dan setiap belakang angka ip diakhiri dengan angka identitas si router. Semisal : 
  • R1 : 12.12.12.1/24
  • R2 : 12.12.12.2/24
Langsung saja kalau begitu kita konfigurasi. Ingat gunakan teknik konfigurasi ip agar memudahkan. Dan juga jangan sampai terkecoh dengan kabelnya. Kali ini saya akan menggunakan kabel serial (penghubung R1 dan R2) dan kabel fast ethernet (penghubung R2 dan R3). Pertama kita konfigurasi ip addressnya terlebih dahulu di setiap router.

Router1#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router1(config)#hostname Medan
Medan(config)#int s2/0
Medan(config-if)#ip addr 12.12.12.1  255.255.255.0
Medan(config-if)#no sh
Router2#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router2(config)#hostname Jakarta
Jakarta(config)#int s2/0
Jakarta(config-if)#ip addr 12.12.12.2  255.255.255.0
Jakarta(config-if)#no sh
Jakarta(config)#int fa0/0
Jakarta(config-if)#ip addr 23.23.23.2  255.255.255.0
Jakarta(config-if)#no sh
Router3#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router3(config)#hostname Bali
Bali(config)#int fa0/0
Bali(config-if)#ip addr 23.23.23.3  255.255.255.0
Bali(config-if)#no sh

Konfigurasi Statik Routing

Semua ip pada interface yang terhubung sudah tersetting. Artinya antar router yang satu kabel / satu network sudah bisa saling mengeping satu sama lain. Namun, antar router yang berbeda network tidak bisa saling ping. Karena itulah routing ada. Untuk mengkonfigurasi routing static gunakan perintah dibawah ini. 

Medan#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Medan(config)#ip route 23.23.23.0 255.255.255.0 12.12.12.2
Medan(config)#
Kita sudah menyetting static routingnya. Apa sudah dapat saling terhubung? Jawabannya tidak. Karena ketika saat hendak mengirim data, tidak akan ada reply dari network tujuan. Karena itu kedua router harus saling feedback. Jadi, kita juga harus konfigurasikan static routing pada R3 atau router Bali.

Bali#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Bali(config)#ip route 12.12.12.0 255.255.255.0 23.23.23.2
Bali(config)#

Pengecekkan

Dengan begini cukup sudah semua konfigurasi dan semua router sudah dapat saling berkomunikasi dan berhubungan termasuk sudah bisa saling mengeping. Bahkan pada tabel routing, network tujuan yang telah disetting pada routing static tadi sudah muncul. 

Medan#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       12.12.12.0 is directly connected, Serial2/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
S       23.23.23.0 [1/0] via 12.12.12.2
Medan#

Demikian penjelasan singkat mengenai routing statik. Semoga anda mengerti dan semoga bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih sudah berkunjung.

Project 2 NAN - Keamanan Jaringan - Lock Mac dan Ip Address Pada RB MikroTik

Assalamu'alaikum 

Selamat siang dan selamat hari jum'at dan juga salam networking. Masih membahas project yang sama kali ini kita akan membahas tentang keamanan yang bisa kita terapkan pada jaringan kita. Lebih tepatnya, kita akan mencoba konfigurasi lock mac dan ip address. Tujuannya apa dan bagaimana caranya akan langsung kita bahas pada materi ini.

Lock Mac Address 

Beralasan dari postingan sebelumnya, yang sudah saya bahas. Dijelaskan bahwa, menggunakan AP wireless router pada client memiliki keuntungan per mac address WR tersebut. Sehingga kita bisa melock mac address dari si Wireless Router tersebut. Lalu tujuan melock itu apa dan manfaatnya apa? Alasan yang pasti,
  • kita tidak ingin ada yang konek selain alat wireless router yang kita berikan
  • client tidak akan bisa mengganti alat WR dengan perangkat manapun, karena jelas mac address berbeda.

Mencatat Mac Address

Untuk mengkonfigurasi lock mac address, pastikan kita sudah tau mac address dari wireless router kita. Cara mengetahui bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya melihat, pada cookies client yang terkoneksi. Karena pada sistem jaringan, kita menggunakan WR pada client. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, maka mac dari si WR tersebut yang akan terdeteksi pada penggunaan client hotspot (bukan client device).

Rule Firewall Filter Rules

Untuk melock mac address tersebut, kita bisa menggunakan 2 rule filter rules. Rule pertama adalah menerima mac address WR client dan rule kedua adalah menolak seluruhnya. Strategy ini umum digunakan, mungkin anda pun bisa mengerti konsep konfigurasinya. Untuk rule pertama, masukan rule Acceptnya. 

chainnya jelas forward, lalu masukan src mac address pada tab advanced, dan pasti, actionnya accept. Artinya, rule ini mengizinikan mac address tersebut untuk melakukan koneksi ke luar (internet).


Rule kedua adalah menolak semuanya. Konfigurasinya juga mudah, berikan chain forward lalu masukan saja di interface mana paket masuk (ether5 karena ke arah client). Lalu berikan action drop. Artinya, konfigurasi tersebut ditunjukan bahwa penolakan setiap paket. Sedangkan paket sebelumnya akan diterima karena mac address menerima (accept)
 

Dan jika di lihat lagi, maka kedua rule akan seperti penampakan gambar dibawah ini. Mac address yang diterima akan dilanjutkan paketnya, sisanya paket akan di drop. Hal ini bertujuan agar paket selain dari WR yang kita berikan pada klien agar ditolak. Sekedar tambahan, karena client tidak hanya satu, maka rule accept mac address lainnya juga harus ditambahkan. Dan pastikan rule accept harus diletakkan diatas rule "drop any".
 

ARP Reply-Only

Untuk memperkuat keamanannya, kita bisa menggunakan konfigurasi lock ip berdasarkan mac WR tersebut. Caranya menggunakan fitur Arp Reply Only. Cara konfigurasinya, jadikan arp mode sebagai reply only dulu pada interface yang diinginkan.
 

Setelah itu, masukan arp list (statik) pada menu Ip > Arp. Tambahkan rule baru pada arpnya. Berikan address dan mac address yang diinginkan. Tujuan dari konfigurasi dibawah adalah paket arp akan diizinkan jika WR pada klien tersebut memiliki Ip yang sama dengan yang dikonfigurasi pada arp table mikrotik yang kita konfigurasikan.
 

Demikianlah konfigurasi keamanan yang dapat kita terapkan pada jaringan implementasi ini. Semoga bermanfaat untuk anda, sekian dari saya. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih sudah berkunjung. Datang lain kali.

Project 2 NAN - Konfigurasi AP di Client

Assalamu'alaikum

Selamat malam dan selamat tidur bagi yang melaksanakannya. Di malam yang indah ini, saya ingin kembali berbagi pengalaman tentang project implementasi. Kali ini dari konfigurasi pada client tepatnya pada AP yang nantinya akan dibagikan ke setiap client. Lalu bagaimana dengan sistem yang diterapkan ini dan bagaimana cara mengkonfigurasinya? berikut kilasannya.

Wireless Router

Untuk penggunan AP yang akan saya terapkan disini adalah menggunakan wireless router. Barangkali teman-teman ada yang menggunakan akses point biasa (bridge mode pastinya) juga tidak masalah. Manfaat saya menggunakan wireless router pada client ini sangat bergantung pada managementnya. Manfaatnya antara lain :
  • mudah memanagement user hotspot = artinya 1 user akan dibagikan ke satu rumah. Sehingga tidak boros user dalam satu rumah ataupun penggunaan user juga tidak bisa dibagikan ke rumah lainnya.
  • lebih mudah mengontrol pengguna = keamanannya pun juga lebih spesifik. Kita bisa menggunakan rule "lock mac address" si wireless router pada routerboard inti. 
  • memudahkan memanage rata pengguna bandwidht/rumah = Memanage bandwidht juga lebih dipermudah dengan menggunakan penanda mac address si wireless router. Salah satu cara memanagenya bisa menggunakan mangle dan PCQ.

Topologi

Untuk memperjelas hubungan relasi teori, saya akan menjelaskan detal detilnya. Kira-kira topologinya seperti gambar dibawah. Seperti yang kita tau wireless router dipastikan memiliki interface dengan dua network yang berbeda. Dari topologi juga bisa terlihat, bahwa network pertama pada WR (wireless router) pada interface WAN mengarah ke network yang sama pada RB yang telah disediakan login hotspot.

Sedangkan network kedua diarahkan ke jaringan LAN, baik yang wireless maupun yang wired. WR tentu tidak bisa login hotspot. Dan Client yang berbeda network pada jaringan LAN dipastikan juga dapat terhubung ke RB dengan settingannya. Disinilah client akan melakukan autentikasi hotspot. Diihat lagi dari networknya, ingat!! hotspot hanya membaca cookies (catatan client) berdasarkan ip dan mac yang berada di satu networknya. Maka dari itu, cookies yang tersimpan pada RB adalah mac dari si WR

Dari sini terlihat jelas bahwa, memanage client akan lebih terlihat mudah karena cukup mengurusi si mac WR doang tanpa harus terlibat dengan device milik client.
 

Alat Wireless Router

Masih berlanjut, diharapkan saya tidak mengantuk dulu. Kejar target memang melelahkan gans. Lanjut lagi, barangkali agan ada yang penasaran dengan model alatnya, kira-kira bentuknya seperti gambar dibawah ini. Merknya TP-Lnk Bisa terlihat, bahwa, WR memiliki 3 interface (LAN, WAN dan WLAN). Port WAN (berwarna biru) memiliki jenis network yang berbeda dibanding dengan port LAN dan WLAN (yang memiliki network yang sama).

Default Konfigurasi TP-Link

Langsung saja kita akan mengkonfigurasinya. Pertama-tama siapkan Alatnya, lalu colokan kabel ethernet untuk meremotenya pada port LAN (port kuning). Selanjutnya, biarkan pengaturan Ip menjadi DHCP atau obtain. Lalu setelah mendapatkan Ip, buka tplink konfigurasinya. Default urlnya, tplinklogin.net. Login default Tp-Link adalah login sebagai admin dengan password admin.

Beberapa alat TP-Link jenis lainnya biasanya di berikan cara default factory remote pada alat itu sendiri. Karena itu, beberapa alat juga ada yang harus menggunakan IP untuk meremotenya, seperti AP biasa yang semua interfacenya bermodekan bridge.

Dan kira-kira beginilah tampilan dari konfigurasi TP-Link. Banyak jenis konfigurasi yang bisa kita terapkan di sini. Konfigurasi yang akan kita lakukan pada tp-link ini antara lain sebagai berikut.
  • Konfigurasi network interface WAN dan LAN/WLAN
  • Konfigurasi akses point atau WLAN 
  • Dan konfigurasi DHCP untuk interface LAN/WLAN

Konfigurasi Network

Sebagai manage awal, konfigurasi pertama yang bisa kita lakukan adalah mengkonfigurasikan network. Ada dua netwok yang di setting yaitu network untuk interface WAN dan untuk interface LAN atau WLAN. Pertama kita konfigurasi interface WAN. Caranya, masuk ke menu network, lalu ke bagian WAN jadikan mode konfigurasinya sebagai static IP, lalu isikan IP yang diinginkan. Dalam hal ini saya mengarahkan agar ip satu network dengan RB inti dengan interface yang sama. Setelah itu klik save.
 

Selanjutnya, konfigurasi LAN (untuk client device). Address yang digunkana disini bebas dan terserah anda. Setelah itu klik save.
 

Konfigurasi Wireless

Client tidak hanya menggunakan kabel saja, barangkali ada client device seperti hp yang juga ingin terkoneksi dengan internet, maka wirelesslah yang dibutuhkan disini. Cara mengkonfigurasinya juga cukup mudah, pada bagian wireless setting di menu wireless, berikan SSID yang kalian inginkan pada rumah tersebut. Region, setting menjadi indonesia. Setelah itu save.
 

Selanjutnya memberikan keamanan pada wireless tersebut. Disini saya hanya memberikan password wireless seperti biasa, tepatnya WPA-PSK/WPA2-PSK. Barangkali ada teman-teman yang ingin memberi keamanan yang lebih juga bisa. Jika sudah di konfigurasi klik save.
 

Konfigurasi DHCP

Konfigurasi terakhir yang harus dilakukan adalah mengkonfigurasikan DHCP. DHCP ini akan di setting untuk interface LAN/WLAN. Sehingga client yang mengakses LAN/WLAN tidak perlu menggunkana statik IP, tapi akan mendapat IP DHCP dari alatnya.
 

Restart Sistem

Untuk menjalankan semua sistem yang sudah kita konfigurasikan, terlebih dahulu kita merestart sistem. Merestrartnya bisa dengan cara, pada system tools, lalu klik pada reboot. 


Barangkali hanya segini yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat untuk reader-reader yang membaca. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan bisa anda letakkan di komentar. Terima kasih sudah berkunjung, saya pamit undur diri. 
  

Wednesday, November 18, 2015

Lab 21 MikroTik - Blok Situs Dengan Menggunakan Address List

Assalamu'alaikum 

Masih di pagi yang sama, kali ini kita akan melanjutkan lab mikrotik kita dan masih di materi firewall. Masih berlanjut dari lab sebelumnya. Kali ini kita coba blok situs menggunakan address list. Tidak jauh berbeda dari lab sebelumnya, namun pada lab ini, kita menggunakan pengelompokan yang diberi nama (address list). Address list sendiri berguna sebagai pengelompokan agar pada filter rules tidak harus mengisi ip-ip yang ada, hanya tinggal menggunakan address list sebagai panggilan.

Tujuannya, agar pada menu filter rules tidak terlalu banyak settingan. Sehingga akan memudahkan mencari firewall mana yang digunakan dan mana yang tidak. Untuk memulainya setting pada tab address list. Lalu tambahkan. Untuk percobaannya kita gunakan situs youtube lagi. Isikan nama untuk penamaan address listnya dan address yang akan dimasukan pada nama address tersebut.
 

Lalu applykan dan tambahkan lagi ip-ip youtube yang lainnya. Supaya ga bocor salah satu ip yang menuju youtubenya. Dan untuk nama dari address listnya gunakan nama yang sama. Agar saat pemblokiran di filter rules, kita hanya menggunakan satu nama untuk seluruh address yang tersetting.  


Lalu seperti yang sudah saya katakan, kita tambahkan settingan filter rulesnya. Ingat, karena kita ingin memblok client yang menuju youtube artinya paket yang menuju youtube tersebut otomatis melewati router. Karena itu gunakan chain forward. Selanjutnya pada tab advanced (tab lebih lanjut), Masukan dst. Address listnya. Gunakan address list yang telah dibut tadi yang telah dijadikan satu nama. Dan terakhir, karena youtube ingin kita blok paketnya. Maka, action yang digunakan adalah drop.


Berdasarkan hasil percobaan yang saya lakukan saat pengetestan, membuka link youtube.com, pada loading pagenya akan terus berputar. Bahkan test ping ke youtube juga tidak bisa.

Update Video

Berikut saya sediakan video beberapa metode fitur mikrotik yang bisa di gunakan untuk blokir website yang ada di internet. 


Demikian penjelasan mengenai konfigurasi bloksitus menggunakan address list, semoga bermanfaat untuk anda, sekian dari saya. Saran dan pertanyaan bisa anda letakkan pada komentar. Terima kasih sudah berkujung.

Lab 21 Cisco - Setting Interface Pada Router

Assalamu'alaikum

Selamat pagi dan selamat bersekolah bagi yang menunaikanya. Pagi yang indah ini, saya ingin berbagi lagi dimaterial cisco selanjutnya. Pada lab ini kita akan membahas tentang setting interface pada router cisco. Dan dimulai dari sekarang dan seterusnya, kita akan terus membahas materi tentang router. Lalu bagaimana cara mengkonfigurasinya? berikut materinya.

Cek Interface

Mulai masuk bagian router nih. Lab pertama kita pada bagian router adalah cara menyetting interface pada router. Kita bisa menyetting interface apapun pada router. Pertama kita siapkan dulu routernya lalu lihat dulu, interface apa saja yang tertera pada router. Perintah mengecek adalah sebagai berikut. 

Router#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol

FastEthernet0/0        unassigned      YES unset  administratively down down

FastEthernet1/0        unassigned      YES unset  administratively down down

Serial2/0              unassigned      YES unset  administratively down down

Serial3/0              unassigned      YES unset  administratively down down

FastEthernet4/0        unassigned      YES unset  administratively down down

FastEthernet5/0        unassigned      YES unset  administratively down down

Setting Address

Karena router belum dikonfigurasi otomatis setiap interface statusnya akan down-down. Semisal kita ingin menyetting interface fastethernet 0/0 maka kita harus masuk ke interface mode configuration bagian fast ethernet 0/0. Selanjutnya atur ipnya sebagai berikut. 

Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#description ## Link Apa Aja ##
Router(config-if)#ip addr 12.12.12.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Dengan router setiap interface bisa kita berikan Ip address. Untuk penulisan ipnya sendiri harus menggunakan perintah “ip address <angka ip> <subnet>”. Kita juga bisa menambahkan deskripsi.

Pengecekkan

Satu lagi, setiap interface fisik pada router harus kita aktifkan terlebih dahulu agar bisa digunakan. Cara mengktifkannya mudah saja tinggal menggunakan perintah “no shutdown” Setelah kita mengkonfigurasi ip, kita cek lagi “ip interface brief”nya.

Router#sh ip int br
Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol

FastEthernet0/0        12.12.12.1      YES manual up                    down

FastEthernet1/0        unassigned      YES unset  administratively down down

Serial2/0              unassigned      YES unset  administratively down down

Serial3/0              unassigned      YES unset  administratively down down

FastEthernet4/0        unassigned      YES unset  administratively down down

FastEthernet5/0        unassigned      YES unset  administratively down down
Router#
Sudah terlihat bahwa ip sudah tersetting. Dan status bahwa ip sudah terpasang adalah up. Namun protocolnya masih down. Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan tidak adanya respect dari host yang terkoneksi dengan fa0/0. Jika kedua perangkat yang saling terhubung dan sudah dapat saling berkomunikasi maka status dan protocol akan berubah menjadi up.

Demikian penjelasan mengenai cara mengkonfigurasi interface pada router. Semoga bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, saran dan pertanyaan bisa anda letakkan di komentar. Terima kasih sudah berkunjung.

Monday, November 16, 2015

Instalasi Ubiquiti PowerBeam Pada Penyangga/Tower

Assalamu'alaikum 

Selamat sore dan selamat datang di web open networking. Dimana saya disini akan mempublishkan suatu karya yang semoga memudahkan anda dalam mempelajari jaringan. Berbagai jenis materi tentang jaringan saya sediakan semua disini. Kali ini dari bagian wireless, jika sebelumnya saya mempublikasikan tentang instalasi hardware ubiquti powerbeamnya, maka sekarang kita akan coba instalasi pada penyangga atau towernya. 

Alat perang

Yang jelas, untuk memulai materi kalian harus memiliki alatnya terlebih dahulu. Biasanya part untuk pemasangan ke penyangga sudah satu paket dengan radio ubiquitinya. Dan berikut alat yang bisa kita gunakan.
  • Antena dan radio yang sudah terpasang
  • Pengunci untuk penyangga dengan antennanya
  • Dan beberapa mur
  • Beberapa alat kunci atau tools
  • Yang terakhir tower

Pemasangan

Setelah persiapan sudah selesai dan mental anda sudah kuat dan yang pasti anda harus sudah makan. Karena perut lapar membuat anda bisa jatuh dari tower :v. Siapkan alat pengunci pencakarnya. Lalu masukan kunci tersebut seperti gambar berikut. Jangan sampai terbalik guys!! *Disarankan anda tidak membaca artikel ini ketika menaiki tower.


Setelah itu, gabungkan antena ke kunci penguat tersebut. Gampang kok tinggal masukin doang. Yang pas gan masukinnnya. Sekedar catatan, jangan ikuti contoh instalasi gambar dibawah. Looh kenapa? Anda bisa lihat sendiri lubang UTP yang harus nya menghadap kebawah, ane malah masangnya keatas. Tujuannya jelas, biar ga kena hujan.


Naah terakhir gan, tinggal di kuatin pake Murnya biar ga mudah lepas dan jatuh. Disaranin pake kunci atau toolsnya gans.


Dan taraaa!!. Antena gagah anda sudah bisa diimplentasikan pada jaringan yang anda inginkan.


Sekian dari saya, semoga material instalasi wireless ini bermanfaat untuk anda. Kurang lebihnya mohon maaf, saya pamit undur diri. Saran dan pertanyaan bisa anda lontarkan dikomentar. Terima kasih sudah mengunjungi website ini!!

Friday, November 13, 2015

Instalasi Perangkat PowerBeam Ubiquiti

Assalamu'alaikum

Selamat malam, Dimalam yang indah disebar hujan ini saya ingin memplublikasi material lagi. Kali ini dari bagian wireless, dengan judul instalasi perangkat powerbeam Ubiquiti. Seperti apa cara instalasinya? dan Apa saja yang harus di sediakan? Langsung saja, berikut materinya.

Persiapan

Belakangan ini, tugas semakin banyak dan saya pun kewalahan dengan list postingan yang harus di saya publikasikan untuk blog ini. Dan alasan saya mempublikasikan material ini dikarenakan alat wireless dari ubiquiti sudah turun dan saya penasaran untuk memplejarinya. Tidak hanya mempelajari, tapi juga membagikan hasil pengalaman yang saya dapatkan. Untuk memulai materi, persiapkan dulu alat perang perangkat ubiquity nya. Biasanya sudah satu peket.
  • Antena
  • Radio 
  • PoE + Adaptor
  • Pengunci antena dan radio

Membuka Pengait/Pengunci Radio

Yang pertama harus dilakukan adalah membuka wadah pengunci radionya. Tujuannya agar nantinya penguncinya bisa diletakan pada antena dan radionya juga bisa disatukan pada antenanya. Cara membukanya adalah dengan menekan kedua sisi pada pengunci.


Selanjutnya, tekan dan buka serta dengan menarik radio dari pengait. Sekedar tambahan pada pelepasan pengait ini, harap dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya untuk menjaga keawetan barang yang masih baru.

Pemasangan Kunci Antena

Langkah selanjutnya adalah dengan meletakan pengunci pada antenanya. Gunakan alat yang terlihat pada gambar, lalu letakan pengunci sesuai pada lubangnya. Lalu kunci alatnya dengan memutar berlawanan dengan arah jarum jam untuk mengunci dan memperkuatnya agar tidak jatuh.


Lalu masukan pengunci pada radio sebelumnya pada antena dan pengaitnya. Caranya cukup letakkan saja si pengunci sesuai dengan lubang yang ada pada antena.


Setelah itu, tinggal masukan radio tadi pada lubang antena. Masukan sampai alat benar-benar terkunci dan tidak mudah terlepas.


Dan taraaa!!, Antena ubiquiti siap di konfigurasi dan di implementasikan pada jaringan yang kalian inginkan.

Adaptor + POE (Power Of Ethernet)

Lalu bagaimana cara menghidupkan antenanya? Kita bisa menggunkan adaptor yang disediakan pada paketnya. Adaptor ini memiliki dua port atau interface yaitu POE dan LAN. POE adalah port yang dapat menyalurkan daya listrik ke suatu alat. Karena itu POE dapat diarahkan ke Antena UBI dan port LAN diarahkan ke jaringan seperti router, switch atau langsung ke PC. 

Sedangkan cara mengkonfigurasinya adalah dengan meremote si antena dengan menggunakan Web Browser. Yang jelas, untuk meremotenya yang diperhatikan adalah settingan networknya. Seorang admin jaringan harus dapat memperhatikan settingan network untuk dapat mengkonfigurasikan alat ini.


Demikian penjelasan mengenai instalasi atau merakit alat PowerBeam Ubiquiti, semoga bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih.

Kenal Saya

Follow My Twitter

Profil



Nama saya Alfa Farhan Syarief, web ini ada berdasarkan nama saya sendiri. Saya sendiri masih duduk tingkat SMK. Lebih lengkapnya saya masih bersekolah di SMKN 1

More »

Blog Archive

Recent Comment