Project 2 NAN - Konfigurasi Server - Set Address dan Mounting Hardisk Tambahan Di Debian
Assalamu'alaikum
Sekilas Fitur Server
- DNS Server : Sebagai penamaan domain agar mudah diingat
- FTP Server : Sebagai media storage, media pengembang jaringan dan target direktori untuk fitur streaming nantinya
- Web Server : Sebagai wesite lokal yang akan menyimpan informasi jaringan dan agenda acara
- Chat Server : Sebagai media chat, media pemesanan paket, dan media konsultasi antar konsumen dan admin
- Streaming : Media center penghibur dan kelebihan agar jaringan NAN bisa laku dan laris terjual.
Setting Address Server
Seperti yang kita tau, pada RouterBoard MikroTik yang terdapat pada postingan sebelumnya. Settingan address yang mengarah ke server terdapat pada interface kedua dengan Ip 192.168.1.1 Maka, untuk menjalankan sistem konfigurasinya, kita bisa menggunakan address 192.168.1.2 pada server. Untuk mengkonfigurasi address pada debian, seperti biasa gunakan sintaks berikut ini dan edit filenya.# nano /etc/network/interfaces
Agar settingan addressnya dapat berjalan, settingan networknya di restart dulu. Berikut sintaksnya.
# /etc/init.d/networking restart
Mounting Harddisk Tambahan Di Debian
Konfigurasi selanjutnya yang akan kita pelajari adalah mounting hardisk tambahan. Seperti yang sudah saya katakan, fungsi mounting ini adalah sebagai direktori untuk tempat menyimpan video dan audio yang nantinya akan direktori tersebut akan diarahkan pada aplikasi media center pada client. Untuk mounting ini, pastikan bahwa PC sudah mendapatkan hdd tambahan. Jika sudah, kita cek device hdd tersebut dengan perintah :# fdisk -l
Sebelum di mounting, kita harus menyetting partisi pada hdd free space tersebut. Untuk mejadikannya sebuah partisi, disini saya menggunakan fitur cfdisk. Sehingga untuk setting partisinya, kita bisa menggunakan perintah berikut ini. Lalu setelah itu, kita akan masuk ke sistem wizard cfdisk. Klik saja new untuk membuat partisi/disk baru.
# cfdisk /dev/sdb
Setelah mengklik new, klik primary untuk menjadikannya sebagai primary partisi.
Lalu masukan size yang diinginkan untuk partisi tersebut. Saya disini menggunakan full size dari hdd yang saya tambahkan.
Selanjutnya, tinggal klik bootable.
Setelah pengaturan partisi sudah siap dibuat, terakhir tinggal klik write untuk menjadikannya sebuah drive yang bisa digunakan.
Tulis yes untuk melanjutkan pembuatan partisi
Jika sudah selesai kita keluar dari mode cfdisk dengan mengklik exit.
Pembuatan disk /dev/sdb sudah selesai. Langkah selanjutnya bagaimana? Disknya tentau masih belum bisa digunakan sebelum dijadikan mode ext4. Sehingga kita tidak bisa memountingnya terlebih dahulu. Sebelum itu, coba konfigurasikan kedua perintah dibawah ini untuk menyelesaikan tahap pembuat drive. Sehingga kita akan mendapati disk /dev/sdb1.
# mkfs.ext4 /dev/sdb1Jika sudah seperti ini, tinggal kita mounting saja kesebuah direktori.
# tune2fs -E test_fs /dev/sdb1
# mkdir /disk-tambahanDemikian lah penjelasan singkat konfigurasi awal pada tahap bagian server. Semoga anda tercenggang, dan semoga bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, kurang dan lebih saya mohon maaf. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih.
# mount /dev/sdb1 /disk-tambahan