Showing posts with label NxD. Show all posts
Showing posts with label NxD. Show all posts

Friday, September 11, 2015

Project 1 Warnet - Management Diskless

Assalamu'alaikum

Selamat siang semuanya. Di hari yang berbahagia ini saya akan melanjutkan konfigurasi untuk project pertama saya dan kawan-kawan. Project ini diharapkan akan membantu semangat belajar anda-anda semua dan semoga ilmu project ini bisa membantu sekaligus bermanfaat untuk anda. Kali ini saya ingin melanjutkan konfigurasi management warnet selanjutnya yaitu management diskless. Apa saja yang harus di managementkan? Kita ke TKP!!

Setting Anti Pembeku Sistem Diskless

Management diskless yang pertama adalah setting anti pembeku sistem. Seperti yang kita tau, sistem diskless memiliki keamanan yang tinggi. Salah satunya pembeku sistem client akses. Jadi, setiap client yang menggunakan diskless tidak akan bisa menyimpan aplikasi atau data apapun di PC client. Hal ini bersifat relavan, maksudnya client masih bisa menyimpan, jika PC Client belum di restart dan mengambil image default pada server diskless.

Lalu bagaimana, jikalau kita sebagai admin warnet ingin menginstall game pada image default tersebut? haruskah kita mengupload ulang image yang baru yang telah diinstall game? jawabannya bisa mengupload ulang yang dimana membutuhkan waktu yang lama untuk mengupload atau bisa menggunakan cara mematikan anti pembeku pada server sehingga konfigurasi client bisa tersimpan pada server. Istilah dalam diskless ini adalah menjadikan client sebagai SuperWKS yang sebelumnya hanya memiliki akses WKS.

Shutdown Client

Dilihat dari cara kedua yang lebih efektif, maka kita akan langsung beranjak ke medan konfigurasi. Pertama yang harus dilakukan untuk mengkonfigurasi Superwks adalah dengan men-shutdown client yang ingin dijadikan superwks. Gambar dibawah menunjukan client belum shutdown. Bukti bahwa client sudah di shutdown adalah dengan hilangnya detik penggunaan image (active) pada tampilan Boot manager server diskless.

Menjadikan Satu Client Sebagai SuperWKS

Jika client satu atau sebutan disklessnya wks000 sudah shutdown, maka klik pada client tersebut, lalu klik pada perintah superwks. Di tampilan superwks, ubah settingan update mode menjadi merge update. Jika sudah klik ok
 

Client yang disetting superwks akan berubah menjadi merah layaknya seperti tampilan dibawah ini.
 

Pengecekkan Pada Client

Jika pada client biasanya kan muncul notifikasi di task bar. Jika sudah seperti ini, maka client tersebut (client1 di konfigurasi saya) sudah bisa menginstall aplikasi apapun yang ingin diinstall untuk image default. Sehingga aplikasi yang diinstall tersebut akan munbul juga di client lain yang menggunakan image default.
 

Menyimpan dan Menonaktifkan Anti Pembeku

Jika client sudah menginstall atau menaruh data penting pada image default, konfigurasi yang dilakukan belumlah selesai. Kita harus menyimpan konfigurasi pada server dulu. Caranya pertama, matikan client1 (client yang mengggunakan superwks) terlebih dahulu. 

Jika sudah, kita klik pada client tersebut di server lalu klik superwks lagi. Setelah itu, pada pilihan save current superwks, kita pilih immediately save lalu klik ok. Dan secara otomatis, client tersebut akan menjadi wks kembali dan akan menggunakan keamanan pembeku sistem diskless lagi.
 

Remote Client dari Server Diskless

Berlanjut, ke management berikutnya. Tidak hanya pembeku sistem, diskless NxD memiliki fitur untuk meremote client yang terkoneksi untuk melakukan beberapa perintah, seperti reboot, shutdown ataupun log off. Cara melakukannya adalah sebagai berikut. Semisal, kita ingin client1 di reboot. Maka, klik kanan pada client1 atau wks000 lalu pilih remote control. Di tampilan remote, pilih reboot lalu ok.
 

Maka client1 akan langsung tereboot seperti semestinya.
 

Dan terakhir yang harus dilakukan dalam poject warnet ini adalah melakukan test shutdown seluruh client dari server diskless. Klik pada semua client, lalu klik remote dan pilih shutdown.
 

Semoga berhasil dengan project warnet anda dan semoga artikel ini bermanfaat. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih dan sampai jumpa pada project selanjutnya....

Monday, September 7, 2015

Project 1 Warnet - Upload Image Client Ke Server Diskless


Berjumpa lagi di diskless, semoga mental dan kesabaran anda masih kuat yang diuji coba oleh berkali-kali kegagalan. Tapi ya, jangan sampai menyerah gan. Terus berjuang dan pantang menyerah adalah jalan menuju kesuksesan gan. Ingat! bukan kita doang gagal, karena diskless doang kita nyerah. Para penemu beberapa kali mengalami kegagalan yang bahkan tak terhitung jumlahnya. Utamakan kesabaran, fokus terhadap tujuan dan tingkatkan rasa penasaran adalah cara paling efektif yang bisa membuat anda pantang mundur.

Lanjut lagi materinya, setelah usai menginstall billing pada operator dan client. Sisanya adalah mengupload image client ke server diskless. Kenapa terlebih dahulu harus menyetting billing baru di upload imagenya? Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah semata-mata untuk mengupload image OS Client beserta aplikasi billingnya. Sehingga ketika client yang lain dihidupkan, Billing tidak perlu diinstall lagi melainkan sudah menggunakan billing yang terinstall pada client yang menguploadnya.

Pendahuluan

Sebelum memulai mengupload, terlebih dahulu kita dapatkan aplikasi pengupload-annya. Tenang gan, ga perlu repot buat nyari tuh aplikasi. Sudah saya siapkan spesial buat agan-agan ( ͡° ͜ʖ ͡°). Klik disini untuk mendapatkan aplikasi Diskless Client NxDnya. 

Install Aplikasi NxD Client Upload

Jika sudah mendapatkan aplikasinya, kita buka aplikasinya lalu install. Pastikan firewall sudah dimatikan sebelum diinstall. Ketika anda menginstall aplikasi ini pertama kali, biasanya akan muncuk error yang tulisannya ga jelas kaya dibawah. Anggap aja aplikasi nyuruh restart. Klik ok untuk restart dan install kembali aplikasinya.

Jika sudah restart, kita coba install lagi. Maka proses instalasi akan berjalan semestinya. Untuk type installnya gunakan full install untuk menginstall full fitur dan ketika windows security mengamuk, klik install this driver software anyway.
 

Kalo udah, bakal muncul lagi tuh tulisan encyptan :v tulisan ga jelas dimana gitu. Klik aja yes. Inget gan!! abis install, jangan lupa restart lagi untuk menyelaraskan sistem aplikasi dan sistem OSnya.
 

Setting Enable Upload Pada Server

Jika sudah kita beralih dulu ke server NxD Disklessnya. Kita setting enable upload pada servernya. Hal ini bertujuan agar client bisa mengupload image ke server diskless. Caranya, buka aplikasi NxD Boot Manager lalu pada pilihan options, kita setting Network, Autoadd WKS, dan Import/Export. 



Untuk network setting ini dipergunakan agar nantinya client yang booting lewat ethernet dan tidak memperdulikan OS HDDnya, akan mendapatkan Ip DHCP dari server diskless NxD ini dan akan langsung terkoneksi ke image yang ada di Server Diskless ini. Settingan Ip dan address disini di khususkan untuk clientnya.
 

Selanjutnya, AutoAdd WKS kita ubah settingannya menjadi manual-add on server dan pada tab Import/Export kita enablekan client upload.
 

Upload Image Sisi Client

Kembali lagi ke sisi client. Sebelumnya sudah di restart? Kalo belum, restart dulu, kalo udah kita lanjut. Buka control panel, lalu cari aplikasi NxP 5 Console. Setelah itu kita klik yang uploadernya lalu muncul win popup klik yes saja.


Dan, jreng-jreng. Aplikasi uploader pun terbuka. Dilangkah ini, yang pertama dilakukan adalah mencari boot server Diskless NxDnya dulu. Klik search untuk mencari. Jika ketemu, artinya anda berhasil pada tahap ini, jika gagal pastikan cek apakah settingan enable upload pada server sudah diaktifkan atau belum. Setelah itu, klik mount untuk menggabungkan image tersebut di sistem penyimpanan OS PC ini.
 

Jika sudah tergabung, selanjutnya kita klik diskman maka akan langsung teredirect ke settingan Disk Management. Tujuan kita ke DiskMan adalah semata-mata untuk memformat disk yang akan digunakan untuk upload image tersebut. Cara formatnya udah tau kan? Pilih drive yang tambahkan, trus klik kanan cari tulisan format trus klik. Maka, akan muncul pop up lagi. Isikan seperti yang tertera dibawah ini. Setelah itu Ok.
 

Usai di format, kita close menu DiskMan, kembali ke menu uploader. Sekarang masuk ke tab File Upload, lalu kita masukan src dan dst partision. Sebelum itu, klik refresh dulu yang untuk mendetek si partisi barunya. Jika sudah memastikan Drive C, akan di upload drive baru (drive image server diskless), klik upload. Ditahap ini, pastikan anda menyiapkan kopi, roti dan kalau bisa nasi. Agak lama memang, tapi bersabarlah.
 

Setting Pengarahan Booting Pada Server Diskless

Jika sudah selesai mengupload image pada sisi client. Langkah berikutnya adalah mengklose semua task, trus men-shutdown client, trus bongkar CPU, Cabut hardisk, dan terakhir banting harddisknya untuk melampiaskan kekesalanmu pada diskless :v.

Kembali lagi ke konfigurasi diskless, masih di konfigurasi option yang sebelumnya sudah dilakukan. Sekarang, kita ubah client add modenya menjadi auto-add on server. Hal ini bertujuan agar server bisa menambahkan client mana saja yang diarahkan dan hal ini bersifat dinamic (-_- ngarang). Lalu masukan I/O Server, Disk, Config dan Boot Nic Ip. Biasanya udah kedetek dari awal. Setelah itu klik ok

Ubah Booting Pada Client Lewat Network

Real Config : Yang harddisknya udah di keluarin dari PC berarti anda sudah mengikuti instruksi saya. Sisanya adalah menghidupkan kembali pc yang sudah mengupload image tadi. Ketika sedang booting, coba masuk bios dan ubah peraturan boot order menjadi network yang prioritaskan.

Virtual Config : Yang make virtual (virtualbox), OS yang telah kalian upload tadi dihapus harddsiknya pada pengaturan setting (udah tau kan). Trus diubah pengaturan boot ordernya pada tab system seperti yang tertera pada gambar berikut ini. 

Note : Bagi yang virtual disarankan bagi anda untuk tidak mengikuti langkah diatas. Melainkan menggunakan cara menambahkan Virtual OS baru pada virtual box jangan tambahkan harddisk pada virtualOS tersebut (Ngerti kan maksud gua). Jika sudah ditambahkan baru ubah pengaturan boot ordernya.

Pengecekkan

Jika boot order sudah diubah menjadi network, sekarang kita lakukan pengecekkan dengan cara menghidupkan sistem PCnya. Dan anda akan bisa melihat sendiri bagaimana proses PC mendapatkan Ip DHCP dari server diskless ketika booting. Dan secara otomatis server diskless akan mengarahkan client ke image yang sudah diupload tadi dan juga client secara otomatis akan mendapatkan imagenya dan langsung bisa digunakan.

Image yang didapatkan tersebut sudah berisi biling yang sudah diinstall. Sehingga pengaturan billingnya adalah default bawaan PC Client yang mengupload image tadi.

Troubleshoot

Beberapa Trouble yang saya dapatkan yang semoga anda mengalaminya juga. Berikut list trouble yang saya miliki. Semoga Bermanfaat
  • Jika Pc tidak bisa mengupload, coba cek settingan enable upload imagenya sudah aktif atau belum.
  • Muncul Error saat mengupload, coba restart OS setelah menginstall aplikasi NxPclient yang saya berikan sebelumnya.
  • Client tidak bisa booting, coba setting AutoAdd WKSnya di ubah ke mode Auto-add on Server
  • Pada mode virtualisasi, Error saat booting ingin mendapatkan DHCP dari server diskless. Biasanya ini masalah firewall atau address yang sudah tersetting statik dari saat mengupload. Disarankan membuat virtual os yang baru tanpa harddisk. 
  • Muncul pesan Bootmgr.. Iso windows yang diupload ke server bisa jadi corrupt. Atau bisa saja, buat yang virtualisasi ketika mengkloning, cloningannya corrupt. Disarankan bagi yang virtualisasi, tidak mengkloning apapun, melainkan project warnet dimulai dari proses instalasi sampai pengecekkan.
Sekian penjelasan diskless upload image dari saya. Semoga hal ini membantu anda dalam setting warnet diskless. Dan semoga tidak mengalami masalah apapun dan semoga trouble yang saya dapatkan bisa menjadi pelajaran untuk anda. Insya allah postingan selanjutnya, saya akan menjelaskan tentang management sistem warnet ini. Reviewnya, setting billing sebelum digunakan user, manage image yang lebih dari satu, setting anti pembeku sistem diskless.

Penasaran bukan? stay pada blog saya ini dan terus nantikan kelanjutan-kelanjutan materi yang insya allah bermanfaat untuk dipelajari. Terima kasih sudah berkunjung, silahkan masukan komentar dan saran anda pada kotak saran dibawah. Terima kasih. Berikut link selanjutnya tentang management part pertama tentang setup awal billing.

Saturday, August 29, 2015

Project 1 Warnet - Setting Server Diskless - Setting Disk Image

Assalamu'alaikum

Apa kabar semuanya? Semoga di malam minggu ini semuanya pada bugar dan cerah-cerah. Berjumpa lagi dengan saya, si Admin Jones. Walaupun jones tapi rajin yang rajinnya itu cuma mosting ga jelas di blog yang bisa dibilang biasa-biasa saja. Yaah, itung-itung lebih baik saya memberikan pengetahuan dibanding orang yang mendoakan malam ini hujan :v wkwkwkw..

Pendahuluan

Lanjut lagi, di malam ini saya hendak mengajarkan anda-anda sekalian tentang materi yang unik sekaligus menarik untuk di pelajari. Materi ini adalah diskless, yang merupakan salah satu konfigurasi project 1 (warnet) yang sedang dipelajari ini. Sebenarnya apa itu diskless? Untuk memahami diskless dan perlengkapan yang dibutuhkan lebih lanjut, terlebih dahulu anda harus membaca instalasi NxD yang nantinya akan digunakan untuk konfigurasi diskless ini. 

Topologi

Setelah mengetahui apa itu diskless.. kita akan langsung memulai materi yang dimulai dari topologi. Untuk topologi yang digunakan masih sama seperti yang di gunakan pada proposal yang sudah dibahas sebelumnya. Yaitu dimana, server diskless dan client diskless menggunakan satu network yang sama. Disini saya akan menyetting server diskless dengan address 18.18.18.2/24 yang telah saya setting pada artikel tempelan (instalasi diskless diatas).

Konfigurasi Diskless

Seperti yang kita tau, diskless merupakan suatu metode untuk menghemat harddisk dengan cara cukup menggunakan satu harddisk pada server sehingga client cukup mengakses server diskless untuk menjalankan sistemnya. Konfigurasi yang di perlukan untuk menjalankan server diskless adalah :
  • Setting address server diskless - yang sudah dipelajari di materi instalasi NxD
  • Setting Image Upload Disk
Artinya, kita hanya tinggal menyetting disk agar menjadi letak image yang nantinya akan diupload client. Berikut, konfigurasi-konfigurasi yang harus dilakukan agar diskless dapat dijalankan. Let's ngoprek

Untuk mempermudah konfigurasi diskless, jangan lupa untuk menggunakan mode dekstop pada sistem NxDnya. Pada tampilan mode desktop, bisa terlihat dua aplikasi NxD. Aplikasi ini adalah dua fitur yang saling mendukung untuk menjalankan diskless. Pertama-tama kita buka aplikasi pertama seperti penanda pada gambar.


Jika sudah, maka kita akan masuk ke menu NxD i/o manager. Pada tampilan ini, klik pada Diskman, lalu klik add untuk menambahkan disk baru sebagai media image yang nantinya akan diupload oleh client. Disknya gunakan "New Basic Disk". Setelah itu klik next.


Jika sudah, pada tampilan berikut ini, kita jadikan disk typenya menjadi image file dengan kapasitas yang muat di harddisk (disarankan 2x lebih besar dari kapasitas seluruh sistem client) dengan Os client yang ingin digunakan. Jika sudah klik ok untuk menyelesaikan settingan.
 

Setelah itu pastikan kembali apakah setingan sudah benar. Jika ada yang salah hapus konfigurasinya dengan mengklik Del dan jika settingan sudah benar, tinggal klik close untuk melanjutkan.
 

Selanjutnya, kita buka aplikasi NxD Boot Manager.
 

Pada menu ini, konfigurasi yang harus dilakukan adalah menyetting i/o servernya. Isikan saja address dari address si server diskless yaitu 18.18.18.2 lalu klik ok untuk menyimpan.



Diaplikasi ini juga, kita klik Diskinfo untuk melihat settingan disk image upload. Biasanya tampilan disk info akan kosong. Untuk mengaktifkan disk image yang sudah disetting sebelumnya cukup klik refresh, maka settingan disk image sebelumnya akan terdeteksi pada tampilan disk information.


Demikianlah penjelasan mengenai settingan disk image pada server diskless NxD. Semoga bermanfaat untuk anda, dan semoga bersenang-senang di malam ini (jangan berlebihan ya guys). Dan sampai ketemu lagi di lain waktu. 


Salam hangat dari saya, kurang lebih mohon maaf. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih sudah berkunjung. Berikut link untuk konfigurasi berikutnya yaitu setting billing pada operator warnet. Klik disini untuk memasuki link.

Instalasi NxD - Server Diskless

Assalamu'alaikum

Kabar gembira untuk kita semua, karena hari ini saya ingin menjelaskan materi baru yang dikhususkan untuk project saya. Walaupun materinya ga seberapa, tapi semoga bermanfaat untuk anda. Oke kita mulai, sebelumnya ada yang sudah tau apa itu diskless? kalo belum tau, mari kita mulai bergabung ke pembelajaran. 

Pengertian Diskless 

Sesuai dengan namanya, diskless yang dinamai dengan bahasa inggris ini berarti menggunakan sedikit media penyimpanan. Disk seperti yang kita tau, layaknya harddisk atau media penyimpanan lainnya bisa kita hemat. Seperti apa? 

Lebih lanjutnya, diskless adalah suatu metode untuk menghemat harddisk dengan cara cukup menggunakan satu harddisk di server dan client cukup mengakses harddisk yang disediakan server menggunakan media network. Artinya client tidak akan booting melalui harddisknya sendiri, tetapi melalui network card/LAN card untuk mengambil sistem operasi yang sudah di letakkan di server diskless.

Untuk menggunakan diskless, kita bisa menggunakan berbagai cara. Ada yang menggunakan aplikasi ada juga yang menggunakan langsung dari OSnya seperti OS NxD ini yang memang dikhususkan untuk rancangan sistem diskless.

Instalasi OS NxD

Ga perlu, banyak basa basi yang nantinya bisa basi. Langsung saja, kita mulai install OS Nxdnya. Untuk versinya saya menggunakan versi 7.0 dan OSnya bisa didownload sendiri di situs-situs yang menyediakan OS NxD. Berikut link yang sudah saya siapkan untuk ISO NxDnya. Klik disini untuk mendownload Iso

Langsung saja, sebelum memulai pastikan anda membaca do'a dan hal pertama yang perlu disiapkan adalah ISO untuk menginstall. Menginstall di virtual atau real itu terserah anda. Berikut ini adalah tampilan saat mulai menginstall.

Setup Linux

Jika anda mulai menginstall tampilan akan seperti gambar berikut. Untuk virtualisasinya, Os ini termasuk jenis Linux Ubuntu. Hal pertama saat memulai penginstallan adalah setup awal. Cukup klik setup lalu install adalah hal yang mudah bukan?

Install Driver Fungsi

Langkah berikutnya adalah pengsintallan driver. Sesuaikan dengan spek driver yang anda miliki lalu klik ok. Agar mempermudah penginstallan, cukup memilih pilihan auto.

Pemilihan Disk dan Partisi

Setelah itu, akan ada pemilihan disk. Dalam hal ini disk yang digunakan, adalah disknya langsung (hda). Untuk pemilihan partisinya, tidak usah repot-repot cukup klik auto lalu klik yes.

Source Instalasi

Langkah ke empat adalah settingan source instalasi. Hal ini, tergantung dari mana source-source bahan instalasinya. Karena saya menginstall menggunakan CD, maka pemilihan saya menggunakan CDROM.

Peletakkan Partisi

Setelah itu akan muncul tahap peletakkan partisi. Gunakan mode installasi default. Jadi, cukup klik ok lalu klik ok.

Setting Default Kernel dan Hostname

Untuk default kernel klik yang ada saja, dan hostname cukup dengan nama yang sederhana tapi memiliki makna yang luar biasa :D walaupun default juga tak apa. 

Setting Interface Card

Langkah selanjutnya adalah menyetting Interface card agar bisa digunakan di OS NxDnya. Untuk settingan ini cukup klik ok karena disini saya hanya memiliki satu NIC Card.

Setting Address Interface

Setelah setting interface card, langkah berikutnya adalah setting address untuk interface tersebut. Address-address yang perlu disetting adalah address interface, gateway (arah address ISP/Internet), dan DNS (agar bisa buka google). Dalam hal ini, saya sarankan anda menggunakan statik address dan juga saya sarankan agar anda menyetting address pada tahap ini, dikarenakan penyettingan address pada sistem OSnya belum di ketahui.

Dalam hal ini, saya menyetting address sesuai dengan address yang digunakan dalam implementasi tugas project warnet saya dkk. Address yang saya gunakan adalah address 18.18.18.2 sesuai dengan topologi.

Pemilihan Bahasa Konfigurasi

Setelah itu ada pemilihan bahasa konfigurasi. Gunakan bahasa yang anda mengerti dalam pilihan yang ada. Akan lebih bagus jika anda menggunakan bahasa china :v

Server Package, Netzone, dan Server Mode

Selanjutnya settingan server packagenya. Untuk packagenya gunakan versi paling terbaru seperti gambar dibawah lalu netzonenya juga di setup, klik yes lalu pilih direktori defaultnya dan terakhir modenya boot server.

Proses Akhir Instalasi

Berdasarkan pengalaman instalasi yang saya lakukan saya mengalami masalah pada proses yang satu ini. Biasanya pada saat instalasi NxD akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini. Yaitu tampilan pemilihan server package kambali. Jika tampilan berikut muncul, cukup klik cancel untuk melanjutkan ke tahap final instalasi

Jika sudah semuanya, maka proses instalasi sudah berakhir dengan munculnya tanda seperti gambar dibawah ini. Hal ini menunjukan bahwa OS anda segera reboot. Jika sudah seperti ini, cabut CDROM lalu klik ok untuk merestart sistem NxD.


Setelah itu, sistem akan hidup kembali dan proses memasuki proses boot loader. Diamkan saja, maka sistem akan booting seperti seharusnya.


Dan inilah tampilan booting dari sistem OS NxD.Saat booting selesai mode yang tertera adalah CLI. Agar lebih mempermudah dan mempecantik tampilan, gunakan mode GUI dengan cara login sebagai root, lalu ketikan perintah X pada konfigurasi CLI-nya.
 
 
Otomatis, sistem akan langsung berpindah mode menjadi GUI. Dengan tampilan ini, kita akan lebih dimudahkan dalam berkonfigurasi. Dan berikut contoh SS dari tampilan desktop OS NxD.


Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Salam perpisahan dari saya, jangan ragu tuk datang lagi. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di kometar. Terima kasih.

Kenal Saya

Follow My Twitter

Profil



Nama saya Alfa Farhan Syarief, web ini ada berdasarkan nama saya sendiri. Saya sendiri masih duduk tingkat SMK. Lebih lengkapnya saya masih bersekolah di SMKN 1

More »

Blog Archive

Recent Comment