Showing posts with label Linux. Show all posts
Showing posts with label Linux. Show all posts

Friday, October 30, 2015

Project 2 NAN - Konfigurasi Web Chat - Sparkweb

Assalamu'alaikum

Jumpa lagi dengan saya di siang yang cerah ini. Karena ingin melanjutkan postingan sebelumnya, kali ini saya akan menjelaskan tetang konfigurasi web chatnya. Sehingga chat server yang sebelumnya sudah disetting akan bisa dipergunakan dan difungsikan untuk client. Untuk aplikasi yang dibutuhkan kita bisa menggunakan sparkweb. Seperti apa cara ngonfignya? berikut materialnya.

Bahan Sparkweb

Untuk sparkwebnya bisa didownload di situs resminya atau bisa menggunakan bahan yang sebelumnya sudah saya berikan linknya. Untuk lebih jelasnya, klik link berikut ini untuk mendownload bahan sparkwebnya. Di material ini kita bisa melihat dengan jelas bahwa setiap konfigurasi sebelumnya (DNS, FTP dan Web Serta Chat) akan diimplementasikan disini.

Konfigurasi Laman Sparkweb

Karena sparkweb adalah sebuah laman yang pastinya menggunakan html dan alat-alat lainnya untuk menjalankan sebuah chat di web browser. Untuk mengkonfigurasi laman sparkwebnya, kita pindahkan dulu bahan sparkweb yang sudah didownload tadi menggunakan koneksi ftp. Jika sudah, cek file pada server debian. Lalu pindahkan ke direktori /var/www.


Setelah itu, cek file sparkweb.html pada direktori sparkweb yang sudah dipindahkan. File tersebut adalah inti dari tampilan web chatnya. Karena itu, kita ubah terlebih dahulu nama file tersebut menjadi index.html dengan menggunakan perintah berikut ini. Alasan kenapa filenya harus diubah namanya karena, secara default index.html adalah file yang akan di baca saat client mengakses sebuah web.
# cd /var/www/sparkweb
/var/www/sparkweb# mv SparkWeb.html index.html
Lalu edit file index.htmlnya dengan menggunakan perintah berikut ini. Edit bagian servernya. Disini karena sebelumnya kita menyetting domain khusus untukk chat, masukan saja domain chat tersebut.
/var/www/sparkweb# nano index.html

Konfigurasi File Controller Sparkweb

Setelah itu, kita harus mengkonfigurasi file controller untuk sparkwebnya agar sparkwebnya bisa diakses melalui client dan bisa disebut sebagai website. Untuk mengeditnya, pertama kita copykan file default controllernya. Letak file ini berada di direktori /etc/apache2/sites-available.
# cd /etc/apache2/sites-available
/etc/apache2/sites-available# cp default sparkweb
Setelah itu edit file copyannya atau file sparkweb. Yang diedit disini adalah domain yang digunakan dan letak file htmlnya. Untuk mengeditnya gunakan editor nano dengan menggunakan perintah berikut ini.
/etc/apache2/sites-available# nano sparkweb 

Pengetestan Pada Client

Untuk menguji coba, pastikan terlebih dahulu bahwa client sudah dapat terhubung ke server. Jika sudah, coba buka domain chat yang sudah dikonfigurasikan sebelumnya. Maka tampilan dari sparkweb adalah seperti gambar berikut.


Masih berlanjut di client, sekarang kita coba tambahkan user baru pada controller chat server. Buatlah dua user baru dengan passwordnya.


Setelah user dibuat, cobalah login pada tampilan sparkwebnya. Gunakan username dan password yang sama seperti yang dikonfigurasikan pada controller sebelumnya. Lalu klik login untuk mencoba login.


Maka tampilan dari login sebuah user adalah seperti gambar berikut ini. Disini klien nantinya bisa menambahkan teman atau tetangga pada jaringan NAN ini. Tapi tetap, sebelumnya kita harus mengkonfigurasikan usernya terlebih dahulu pada controller chat servernya.
 

Demikian perjumpaan kita pada siang yang cerah ini. Semoga artikel ini membantu anda dan bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih.

Tuesday, October 27, 2015

Project 2 NAN - Konfigurasi Chat Server Di Debian

Assalamu'alaikum

Selamat petang, salam keselamatan di senja yang rawan ini. Semoga anda tetap di beri keselamatan dimanapun anda berada. Disini, masih bersama saya si admin yang ga punya kerjaan yang kerjaannya cuma mosting-mosting ga jelas. Walaupun begitu, kewajiban saya sebagai manusia pembawa manfaat tidak akan pudar. 

Kali ini saya, ingin melanjutkan konfigurasi server untuk fitur pada jaringan NAN implementasi ini. Ya, tepatnya kita kali ini akan mengkonfigurasi chat server pada server debian. Untuk mengkonfigurasinya cukup mudah, disini kita akan menggunakan aplikasi openfire sebagai media chatnya.

Bahan Chat Server

Untuk bahan chat server disini saya sudah menyediakannya. Bahan ini berisi file aplikasi openfire dan web htmlnya yang nanti akan kita konfigurasikan. Sebelum itu silahkan download bahan berikut ini untuk mempelajari materi kita. Pada bahan tersebut sudah saya sediakan dua file seperti gambar dibawah ini.
 

Kopikan kedua file tersebut ke server melalui koneksi ftp yang sebelumnya sudah kita konfigurasikan.

Install Mysql 

Jika sudah selesai di kopikan, sekarang kita beralih untuk menginstall mysql terelbih dahulu. Mysql ini diperlukan untuk membuat database dari openfire. Untuk paket mysqlnya sudah disediakan pada repositori cdnya. Kita bisa langsung menginstallnya dengan menggunakan perintah berikut ini.
# apt-get install mysql-server
Pada proses penginstallan akan muncul pop up seperti contoh tutorial dibawah ini. Disini, kita dimintakan untuk memasukan password untuk mysqlnya. Isi password nya terserah anda dan disarrankan password yang mudah.


Masukan kembali password yang sebelumnya anda masukan pada tampilan berikut ini.

Membuat Database Openfire Pada Mysql

Jika aplikasi mysql sudah terpasang dengan semestinya, kita coba konfigurasikan mysql tersebut. Gunakan perintah berikut ini untuk masuk ke mode konfigurasi mysql.
# mysql -u root -p
Lalu masukan password yang sebelumnya telah kalian masukan pada instal mysql. Jika sudah, ketikan perintah create database openfire; lalu ketik exit; untuk keluar dari mode mysql configuration.

Install Paket Java Jre

Bahan kedua yang dibutuhkan untuk menjalankan konfigurasi mysql adalah java jre. Untuk aplikasi yang dibutuhkan cukup menggunakan aplikasi default-jre. Untuk menginstall aplikasi tersebut gunakan perintah seperti berikut ini.
# apt-get install default-jre

Install Paket Openfire

Jika paket default jre sudah selesai diinstall, sekarang kita baru install aplikasi openfire yang sudah saya bagikan tadi. Pertama, kita cek letak direktori si aplikasi openfire. Karena, paket openfirenya menggunakan ekstensi .deb, maka install bisa menggunakan perintah dpkg -i <nama aplikasi> seperti contoh konfigurasi saya dibawah ini.

Setup Openfire Via Web Browser

Semua bahan untuk chat server sudah diinstall dengan baik. Sisanya adalah setup openfire via web browser pada client. Untuk mengaksesnya, pastikan client sudah dapat terhubung ke server. Jika sudah, ketikan ip server atau domainnya dengan menambahkan port 9090. Contoh caman.lokal:9090, maka kita akan memasuki tampilan dari setup openfire. Untuk step pertama, pemilihan bahasanya adalaha bahasa inggris.


Selanjutnya arah server untuk konfigurasi admin openfirenya. Karena kita memiliki domain, cukup ketikan caman.lokal pada domain. Sedangkan untuk portnya biarkan default. Lalu klik continue untuk melanjutnya.


Selanjutnya pemilihan database. Karena sebelumnya kita menggunakan database dari mysql. Maka pilihan yang bisa digunakan adalah standart database connection. Lalu klik continue untuk melanjutkan.


Maka penyettingan database openfire dari mysqlnya adalah seperti contoh konfigurasi dibawah ini. Database pilihannya adalah mysql, url databasenya kearah localhost dengan port 3306/openfire. Username dan passwordnya adalah default saat penginstallan mysql sebelumnya. Klik continue untuk melanjutkan.


Untuk profilnya, gunakan default saja. Lalu klik continue untuk melanjutkan.


Administrasi akun adalah akun untuk si admin pengurus user-user untuk fitur chat nanti. Tambahkan saja admin@caman.lokal dengan password bebas. Jika sudah klik contonue untuk melanjutkan.


Tanda seperti gambar dibawah ini menunjukan bahwa settingan atau setup openfire sudah selesai. Klik login to console untuk melanjutkan.

Console Manager Fitur Chat

Maka, secara otomatis kita akan teredirect ke console management openfire. Untuk login sebagai admin, gunakan konfigurasi akun admin sebelumnya pada saat setup openfire. 


Lalu dari sini bisa terlihat tampilan dari openfire management console. Disini, kita bisa menambahkan user baru atau membuat group chat. Semua management yang berkaitan dengan fitur chat pada client nanti akan di setting disini.


Demikianlah sekilas dari konfigurasi openfire pada postingan saya kali ini. Semoga bermanfaaat untuk anda. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih sudah mau berkunjung. Saya admin, undur diri

Wassalamu'alaikum


Monday, October 26, 2015

Project 2 NAN - Konfigurasi Web Server Di Debian

Assalamu'alaikum

Masih melanjutkan kisah server dari postingan sebelumnya, di hari yang sama di waktu yang sama dan di deadline yang sama. Saya akan langsung membagikan sistem server saya selanjutnya yaitu konfigurasi web server. Dari sini kita juga bisa mengimplementasikan dns dan bahkan ftp yang sudah diimplementasikan sebelumnya. Ingat!! semua konfigurasi yang digunakan adalah untuk kepentingan si server sendiri.

Install Paket Apache2

Untuk membuat sebuah web server sederhana, ya walaupun cuma support html. Kita bisa menggunakan aplikasi yang satu ini pada server debian. Untuk menginstall aplikasi ini, kita bisa menggunakan perintah yang satu ini
# apt-get install apache2

Sinkronisasi Web Server

Karena sebelumnya, kita sudah menyetting dns. Kita terlebih dahulu kita sinkronkan dns tersebut. Penyinkronan ini otomatis terbuat direktorinya ketika paket apache2 sudah selesai di install. Letak direktorinya berada pada /etc/apache2/sites-available. Untuk berjaga-jaga jangan gunakan file defaultnya. Kita kopikan saja file default menjadi website agar lebih termanagement.
# cd /etc/apache2/sites-available
/etc/apache2/sites-available# cp default website 
Jika sudah, langsung saja edit file websitenya dengan menggunakan perintah :
/etc/apache2/sites-available# nano website
Editlah seperti contoh file yang sudah saya edit ini. Untuk server name adalah sinkronisasi terhadap domain sebelumnya yaitu domain www. ServerAlias diperlukan karena pasti yang mengakses, ada yang tidak menggunakan tanda www. Dibagian DocumentRoot adalah letak file html yang sinkronasikan disini. Ubahlah letak html tersebut sesuai keinginan kalian. Akan lebih baik jika diletakkan pada direktori /var/www.


Restart Sistem Dan Atur Direktori Website

Jika settingan sudah selesai, kita coba aktifkan file tersebut dan non-aktifkan file default. Gunakan perintah berikut ini untuk mengaktifkan.
/etc/apache2/sites-available# a2dissite default
/etc/apache2/sites-available# a2ensite website
Setelah itu, kita coba pindahkan letak html default /var/www/index.html ke direktori yang sebelumnya sudah disetting yaitu ke /var/www/website/index.html. Gunakan beberapa perintah berikut ini untuk memindahkannya.
# cd /var/www
/var/www# mkdir website
/var/www# mv index.html website/
Jika sudah bagian terakhirnya adalah merestart aplikasi apache2 dengan menggunakan perintah berikut ini
# /etc/init.d/apache2 restart

Pengecekkan

Setelah itu, kita cek pada client. Sebelum itu, pastikan client sudah berada di network yang sama dengan server dan dapat berhubungan dengan si server. Jika sudah, coba buka websitenya pada web browser dengan mengetikan ip server pada URL bar atau bisa menggunakan domain www.caman.lokal seperti yang sudah di setting sebelumnya. Maka berikut tampilan default htmlnya.
 

Mengedit Html

Kita juga bisa mengedit htmlnya agar lebih menarik dan membawa kesan informatif pada klien kita nantinya. Untuk mengedit htmlpun ada berbagai cara, seperti mengambil html yang sudah jadi dan memindahkannya ke server melalui ftp. Atau mengeditnya secara manual. Berikut kinerja saya ketika mengedit file html pada debian melalui jalur ftp.


Maka hasil dari pengeditan tersebut akan menjadi seperti ini. Keren bukan? Daya tarik dari tampilan informatif akan membuat klien takjub dan menjadikan para klien penuh dengan informatif. Sekedar tambahan dari saya untuk project ini, bagian website alangkah baiknya diisi dengan informasi-informasi jaringan NAN kalian. Seperti pembukaan, informasi jaringan, dan beberapa rule atau peraturan.
 

Sekian dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca dan semoga menjadi inspirasi untuk mendesain html yang lebih baik lagi. Bagi para pembaca yang ingin menyalurkan atau mendonasikan htmlnya kepada admin jones ini, bisa di melalui komentar (ngarep). Yaudahlah, sudah saatnya kita bubar pada materi ini, saran da pertanyaan silahkan masukan di komentar terima kasih.

Project 2 NAN - Konfigurasi FTP Server

Assalamu'alaikum

Masih melanjutkan project 2 dengan saya sendiri si admin yang ga punya kerjaan yang kerjanya cuma mosting. Setelah sebelumnya, kita sudah mengkonfigurasi dns server. Sekarang, kita akan langsung mengimplemtasikan fitur dns di dalam ftp. Tanpa banyak basa basi, langsung saja kita ke TKP.

Install Proftpd

Disini saya akan mengimplemetasikan fitur ftp denga menggunakan aplikasi proftpd. Apa saja yang harus dikonfigurasikan pada proftpd ini. Langsung saja kita install aplikasinya dengan menggunakan perintah berikut ini.
# apt-get install proftpd
Jika muncul pop up saat penginstallan, pilih saja standalone. Hal ini dikarenakan kita ingin membangun server ftp sendiri (tidak dari internet). Lalu klik ok untuk melanjutkan.


Set Direktori Untuk FTP

Untuk penyettingan letak direktori utama itu sih terserah anda ingin meletakannya dimana. Berbagai cara bisa dilakukan, termasuk cara saya yang mengubah posisi direktori untuk user ftp ke direktori baru /share. Jika sudah mengeset direktori utamanya, tinggal tambahkan direktori didalamnya untuk sample.
 

Pengecekkan

Tahap terakhir dari konfigurasi ini adalah pengecekan. Sebelum itu, pastikan pada client sudah satu network dengan server dan sudah dapat terhubung. Jika sudah, kita buka web browser dan ketikan (ftp.ipserverlu) seperti ini ftp.192.168.1.2. Karena sebelumnya kita sudah menyetting dns atau domain pada ip 192.168.1.2 menjadi sebuah nama caman.lokal. Maka kita bisa menggunakan domain ftp.caman.lokal

Gunakan user ftp yang sudah dibuat tadi beserta passwordnya yang sudah diset sebelumnya. Lalu klik login untuk melihat isi direktorinya.
 

Maka, direktori yang dibuat sebelumnya akan muncul pada isi direktori ftp yang sedang diakses.

Hak Akses Direktori

Terakhir, kita setting juga hak aksesnya menjadi full akses untuk setiap user yang login. Fungsinya buat apa? Untuk menjadikan akses full bisa di gunakan. Contohnya untuk kopi data ke server atau share data. Keamanan Hak Akses ini juga merupakan tanggung jawab anda sebagai administrator. Silahkan setting sesuai dengan keinginan anda.


Demikianlah sekilas penjelasan mengenai settingan ftp pada jaringan implementasi ini. Semoga bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih.

Project 2 NAN - Konfigurasi DNS Server Di Debian


Selamat siang dan Salam jaringan. Di kesempatan kali ini saya, berniat untuk melanjutkan memosting konfigurasi server selanjutnya. Konfigurasi kali ini berkaitan dengan dns. Karena disini saya akan menjadikan server debian pada jaringan implementasi ini menjadi sebuah nama domain yang mudah diingat nantinya oleh para klien. Sehingga ip yang sebelumnya disetting 192.168.1.2 tidak harus diingat, melainkan dengan sebuah nama domain.

Install Aplikasi DNS

Untuk melanjalankan dns, kita membutuhkan alatnya atau aplikasinya. Aplikasi dns yang saya gunakan disini adalah bind9 yang sudah satu paket dengan repositori cd debian saya. Untuk menginstallnya cukup menggunakan perintah berikut ini dan tunggu sampai proses instalasi selesai.
# apt-get install bind9
Jika sudah, maka direktori /etc/bind9 dipastikan sudah ada. Untuk melihat isi dari direktori tersebut gunakan saja perintah ls. Berikut ini beberapa file yang harus di konfigurasikan adalah :

Konfigurasi Domain Dengan Bind9

File yang akan saya konfigurasikan pertama adalah file named.conf.local. Cukup gunakan editor nano untuk mengkonfigurasikan file tersebut. Untuk mengkonfigurasikan file tersebut kita bisa menggunakan perinhta berikut ini dan pastikan anda berada pada direktori bind9
# nano named.conf.local
Jika sudah tambahkan saja beberapa konfigurasi seperti dibawah ini. Ohya, sebelumnya saya disini menggunakan domain caman.lokal. Sehingga disini kita membuat dua zona. Zona pertama untuk nama dommainnya, dan dibawahnya zona ip addr si server debian. Namun, Ipnya cukup menggunakan depannya saja. Untuk type domainnya cukup gunakan type master. 

Dan pasti konfigurasi zona tersebut harus diletakkan pada suatu file buat nama file pada direktori yang sudah ditentukan. Untuk filenya, yang harus digunakan adalah db.local (untuk domain) dan db.127 (untuk ip). Kita bisa membuat file dengan nama berbeda dari file tersebut dengan isi yang sama atau bisa dibilang cukup kopikan saja file tersebut ke nama yang berbeda.


File yang dikonfigurasikan selanjutnya adalah named.conf.options. File ini bertujuan untuk memforwarder dns dari luar. Untuk file ini bersifat optional, kali cukup menggunakan dns dari luar untuk mengisinya. Dns yang saya gunakan disini adalah dns milik cepat.net. Untuk mengkonfigurasi file ini cukup gunakan perintah berikut ini.

# nano named.conf.options

Selanjutnya adalah mengkopi file db.local dan db.127 menjadi db.domain dan db.ip seperti yang sudah tertuliskan pada file named.conf.local. Perintah kopi filenya cukup menggunakan perintah seperti berikut.
# cp db.local db.domain -> file zona domain
# cp db.127 db.ip       -> file zona ip
Lalu editlah file tersebut. Untuk file pertama kita konfigurasikan db.domain terlebih dahulu. Gunakan editor nano untuk mengkonfigurasikan db.domain seperti perintah berikut ini.
# nano db.domain
Lalu cukup edit hingga menjadi seperti contoh dibawah ini. Karena saya menggunakan beberapa fitur untuk server yang menggunakan dns. Maka tinggal tambahkan saja sub-domain seperti www (website), chat, ftp (storage) dan streaming jika diperlukan. 

Semua domain tersebut diarahkan ke address server tersebut 192.168.1.2. Dan tambahan dari saya, setiap nama domain yang asli seperti caman.lokal harus menggunakan titik (.) pada setiap penulisan konfigurasi pada file ini. Contohnya caman.lokal.
 

File selanjutnya yang harus dikonfigurasi adalah db.ip gunakan editor nano untuk mengkonfigurasinya. Gunakan perintah berikut ini.
# nano db.ip
Jika sudah, edit file tersebut hingga seperti contoh berikut ini. Pastikan tidak lupa untuk memberi titik disetiap domain inti. Selain itu, untuk ipnya disini menggunakan 2.1.168. Lalu ip apakah itu? Ip ini merupakan ip dari si server debian (192.168.1.2) dan hanya dibalik saja. Lalu kemana ip depan 192? Sebelumnya kita sudah meletakkannya pada konfigurasi zona di file named.conf.lokal. Karena header ipnya sudah diletakan disitu, sisanya kita letakkan pada file ini dan bersifat terbalik oke.

Pengetestan

Jika semua settingan sudah di konfigurasikan seperti seharusnya. Kita tinggal ke bagian pengecekkan. Untuk mengeceknya, kita perlu menambahkan konfigurasi dns pada server. Lebih tepatnya pada file /etc/resolv.conf. Gunakan perintah berikut ini untuk mengedit file tersebut. 

# nano /etc/resolv.conf

Jika sudah, keluar dan simpan konfigurasi tersebut. Lalu restart aplikasi bind9 dan networknya. Hal ini bertujuan agar konfigurasi dapat berjalan sesuai dengan konfigurasi. Gunakan kedua perintah berikut ini untuk merestartnya.
# /etc/init.d/bind9 restart# /etc/init.d/networking restart
Jika sudah tinggal di cek dnsnya menggunakan perintah nslookup seperti contoh gambar dibawah ini. Jika hasil pengecekkannya sudah persis seperti ini, kalian berhasil dan bisa melanjutkan ke tahap konfigurasi server selanjutnya.

 
Semoga berhasil dengan konfigurasi anda dan semoga artikel ini bermanfaan bagi anda para pembaca. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih.

Friday, September 11, 2015

Project 1 Warnet - Management Diskless

Assalamu'alaikum

Selamat siang semuanya. Di hari yang berbahagia ini saya akan melanjutkan konfigurasi untuk project pertama saya dan kawan-kawan. Project ini diharapkan akan membantu semangat belajar anda-anda semua dan semoga ilmu project ini bisa membantu sekaligus bermanfaat untuk anda. Kali ini saya ingin melanjutkan konfigurasi management warnet selanjutnya yaitu management diskless. Apa saja yang harus di managementkan? Kita ke TKP!!

Setting Anti Pembeku Sistem Diskless

Management diskless yang pertama adalah setting anti pembeku sistem. Seperti yang kita tau, sistem diskless memiliki keamanan yang tinggi. Salah satunya pembeku sistem client akses. Jadi, setiap client yang menggunakan diskless tidak akan bisa menyimpan aplikasi atau data apapun di PC client. Hal ini bersifat relavan, maksudnya client masih bisa menyimpan, jika PC Client belum di restart dan mengambil image default pada server diskless.

Lalu bagaimana, jikalau kita sebagai admin warnet ingin menginstall game pada image default tersebut? haruskah kita mengupload ulang image yang baru yang telah diinstall game? jawabannya bisa mengupload ulang yang dimana membutuhkan waktu yang lama untuk mengupload atau bisa menggunakan cara mematikan anti pembeku pada server sehingga konfigurasi client bisa tersimpan pada server. Istilah dalam diskless ini adalah menjadikan client sebagai SuperWKS yang sebelumnya hanya memiliki akses WKS.

Shutdown Client

Dilihat dari cara kedua yang lebih efektif, maka kita akan langsung beranjak ke medan konfigurasi. Pertama yang harus dilakukan untuk mengkonfigurasi Superwks adalah dengan men-shutdown client yang ingin dijadikan superwks. Gambar dibawah menunjukan client belum shutdown. Bukti bahwa client sudah di shutdown adalah dengan hilangnya detik penggunaan image (active) pada tampilan Boot manager server diskless.

Menjadikan Satu Client Sebagai SuperWKS

Jika client satu atau sebutan disklessnya wks000 sudah shutdown, maka klik pada client tersebut, lalu klik pada perintah superwks. Di tampilan superwks, ubah settingan update mode menjadi merge update. Jika sudah klik ok
 

Client yang disetting superwks akan berubah menjadi merah layaknya seperti tampilan dibawah ini.
 

Pengecekkan Pada Client

Jika pada client biasanya kan muncul notifikasi di task bar. Jika sudah seperti ini, maka client tersebut (client1 di konfigurasi saya) sudah bisa menginstall aplikasi apapun yang ingin diinstall untuk image default. Sehingga aplikasi yang diinstall tersebut akan munbul juga di client lain yang menggunakan image default.
 

Menyimpan dan Menonaktifkan Anti Pembeku

Jika client sudah menginstall atau menaruh data penting pada image default, konfigurasi yang dilakukan belumlah selesai. Kita harus menyimpan konfigurasi pada server dulu. Caranya pertama, matikan client1 (client yang mengggunakan superwks) terlebih dahulu. 

Jika sudah, kita klik pada client tersebut di server lalu klik superwks lagi. Setelah itu, pada pilihan save current superwks, kita pilih immediately save lalu klik ok. Dan secara otomatis, client tersebut akan menjadi wks kembali dan akan menggunakan keamanan pembeku sistem diskless lagi.
 

Remote Client dari Server Diskless

Berlanjut, ke management berikutnya. Tidak hanya pembeku sistem, diskless NxD memiliki fitur untuk meremote client yang terkoneksi untuk melakukan beberapa perintah, seperti reboot, shutdown ataupun log off. Cara melakukannya adalah sebagai berikut. Semisal, kita ingin client1 di reboot. Maka, klik kanan pada client1 atau wks000 lalu pilih remote control. Di tampilan remote, pilih reboot lalu ok.
 

Maka client1 akan langsung tereboot seperti semestinya.
 

Dan terakhir yang harus dilakukan dalam poject warnet ini adalah melakukan test shutdown seluruh client dari server diskless. Klik pada semua client, lalu klik remote dan pilih shutdown.
 

Semoga berhasil dengan project warnet anda dan semoga artikel ini bermanfaat. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. Saran dan pertanyaan silahkan masukan di komentar. Terima kasih dan sampai jumpa pada project selanjutnya....

Kenal Saya

Follow My Twitter

Profil



Nama saya Alfa Farhan Syarief, web ini ada berdasarkan nama saya sendiri. Saya sendiri masih duduk tingkat SMK. Lebih lengkapnya saya masih bersekolah di SMKN 1

More »

Blog Archive

Recent Comment