Saturday, November 18, 2017

Lab 49 MikroTik - Simple Queue With PCQ

Assalamu'alaikum

Selamat pagi, salam networking, salam akhir pekan. Skip dulu dari lab routing cisco. Kali ini saya ingin melanjutkan pembahasan mengenai management bandwidht pada mikrotik. Yaitu menggunakan PCQ. PCQ ini nantinya akan kita implementasikan pada simple queue, sehingga queue ini akan lebih termaksimalkan terhadap pemakaian bandwidht lokal yang kita gunakan.

The Power Of PCQ

Melihat dari konfigurasi lab sebelumnya. Dimana kita meletakkan konsep CIR pada setiap user yaitu dimana setiap user diberikan limit terendah dari bandwidht yang dimiliki. Namun,  jika ada salah satu client yang tidak aktif, maka bandiwdht yang kita setting ini tidak ada yang bisa menggunakannya atau juga bisa kita bilang hal ini seperti mubadzir bandwidht. 

PCQ ini menganut sistem MIR (Maximum Information Rate), sistem yang menggunakan deteksi informasi bandwidht yang aktif. Kita bisa mengatakan metode ini sebagai maximal bandwidht yang diberikan terhadap jaringan lokal tertentu. Dan dengan adanya metode ini, bandwidht diharapkan tidak mubadzir karena akan teralokasikan dengan sangat baik. Contohnya, ketika ada user yang off, sehingga sistem MIR akan langsung mengalokasikan bandwidht user yang tidak aktif ke user yang sedang aktif.



Konsep PCQ 

Konsep PCQ bisa digambarkan seperti gambar berikut. Pada gambar dibawah bisa anda lihat bahwa ketika ada 2 user/client yang menggunakan akses si router, maka total bandwidht yang semula 1M dibagi dua menjadi 512k untuk digunakan kedua client tersebut. Jika jumlah client bertambah, maka bandwidht akan dibagi lagi sesuai jumlah client yang mengakses. Dan seterusnya.

Inilah yang disebut MIR yang mempunyai fungsi memberikan alokasi bandwidht yang tidak digunakan oleh client lain kepada client yang sedang aktif. Hal ini akan berguna, sehingga tidak ada alokasi bandwidht yang terbuang. Namun settingan PCQ yang ditampilkan gambar dibawah adalah dengan rate : 0. Jika settingan PCQ rate diubah menjadi 256k bagaimana? 


Jawabannya, 2 user yang terkoneksi tidak akan mendapatkan pembagian bandwidht yang rata 512k seperti sebelumnya. Hal ini dikarenakan, setiap user tidak akan mendapatkan bandwidht lebih dari PCQ Rate. Termasuk juga jika hanya 1 client yang terkoneksi. Namun, jika alokasi bandwidht digunakan oleh 6 client, maka alokasi bandwidht diperkecil sesuai dengan max limit.
 

Konfigurasi PCQ

Untuk mengkonfigurasikan PCQ, seperti lab sebelumnya masih di menu queue. Lalu pada queue types kita tambahkan rule baru.


Untuk nama konfigurasi terserah, yang jelas untuk menandai antara upload dan downloadnya. Lalu pada kind, isikan type pcq. Dan untuk classifiernya diarahkan, download menggunakan dst address dan upload menggunakan scr address.
 

Jika sudah apply, ok. Maka, konfigurasi pcq akan terlihat seperti tampilan berikut ini. Pada tahap ini konfigurasi belum selesai, karena kita baru saja menambahkan type queuenya. Type inilah yang nantinya akan kita deploy di simple queue atau queue tree.
 

Konfigurasi Simple Queue

Setelah itu barulah kita tambahkan konfigurasi simple queuenya. Kita tambahkan network lokal yang digunakan, lalu berikan max limit yang dinginkan. Dan terakhir pada tahap advanced, target upload dan download disesuaikan dengan queue type yang kita buat sebelumnya.
 

Pengetestan

Untuk pengetestan, kita bisa menggunakan aplikasi Btest. Terlihat pada satu user ketika memberikan full traffic ke arah router, maka bandwidht yang didapat full dari max limit yang kita berikan. Yaitu 5Mbps.
 

Sedangkan saat kita melakukan test pada dua client, maka keduanya akan mendapatkan bandwidht yang sama rata dari 5Mbps, kira kira 2,5 Mbps. Namum, ketika full traffic di disconnect pada salah satu user, maka bandwidth akan diberikan full kembali kepada user yang masih aktif menggunakan akses tersebut.
 

Demikian penjelasan mengenai konfigurasi simple queue with PCQ. Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat buat kalian. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan bisa letakkan di kolom komentar. Terima kasih sebelumnya, salam networking.  

Thursday, November 16, 2017

Cisco EIGRP : Lab 4 - Filtering Ganjil Genap

Assalamu'alaikum

Selamat malam, salam networking. Sorry late update, kemarin mimin ngga sempet megang si cinta :". Note : PC maksudnya gaes :v. Pada malem ini, saya masih ingin melanjutkan materi tentang advance routing pada cisco. Dan masih di materi filtering routingnya. Kali ini kita akan coba filtering genap dan ganjil. Yang dimaksud disini itu genap dan ganjil ip hostnya gaes. Ip host itu ip yang digunakan pada physicnya biasanya ip yang paling belakang. Langsung cek tkp gan.

Topology

Kita bisa menyetting filter agar filternya hanya berdasarkan ganjil atau genap. Cara yang digunakan adalah menggunakan access list. Dan settingan access list yang digunakan adalah menggunakan address selang satu (sekali terima sekali tidak). Address tersebut adalah 0.0.0.0 atau 0.0.0.1 dengan address wildcard 255.255.255.254 (aslinya 0.0.0.1). Penasaran bukan? Berikut topology yang kita gunakan.

Persiapan

Sebelum memfilter, kita konfigurasikan terlebih dahulu konfigurasi berikut ini.
  • Setting ip address pada setiap interface sesuai topology termasuk loopback0
  • Setting router eigrp 10 dengan network 0.0.0.0 dan no auto-summary.

Konfigurasi Interface Loopback

Jika sudah, kita setting loopbacknya dengan angka akhir yang berbeda baik ganjil dan genap. Kita setting pada interface lo 1-8 pada R1. Dan jangan lupa di advertise menggunakan routing eigrp 10 agar R2 dan R3 mendapatkan table routingnya.

R1(config)#int lo1
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.1  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo2
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.2  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo3
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.3  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo4
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.4  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo5
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.5  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo6
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.6  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo7
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.7  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo8
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.8  255.255.255.255
R1(config-if)#ex
Jika sudah maka pada tabel routing R2 atau R3 akan muncul ip yang baru disetting pada R1.

R2(config)#do sh ip ro
------------------------------------------------------

     1.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.0 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:42, Serial1/0
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C       2.2.2.2 is directly connected, Loopback0
     3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       3.3.3.3 [90/409600] via 23.23.23.3, 01:14:40, FastEthernet0/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/0
     11.0.0.0/32 is subnetted, 8 subnets
D       11.11.11.8 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:42, Serial1/0
D       11.11.11.3 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:46, Serial1/0
D       11.11.11.2 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:46, Serial1/0
D       11.11.11.1 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:46, Serial1/0
D       11.11.11.7 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:48, Serial1/0
D       11.11.11.6 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:48, Serial1/0
D       11.11.11.5 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:48, Serial1/0
D       11.11.11.4 [90/2297856] via 12.12.12.1, 01:14:48, Serial1/0

     12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       12.12.12.0 is directly connected, Serial1/0

Konfigurasi Filter Genap

Kalau sudah muncul, kita setting access listnya. Pertama kita coba filter yang genap saja. Artinya kita disini hanya memunculkan yang ganjil saja gaes. Ingat!! Gunakan address beserta address wildcard yang telah disebutkan. Wildcard disini difungsikan sebagai identitas ganjil genapnya, sedangkan netmask 255.255.255.254 semacam allow loncatan address host. 

Kita anggap kedua perintah tersebut sebagai loncatan untuk setiap bilangan ganjil, artinya 1,3,5, dst. Setelah itu jangan lupa, kita masukan konfigurasi access listnya pada routing EIGRP-nya. Oiya, metode akses list yang digunakan disini adalah metode in pada interface s1/0 pada R2. Sehingga dengan begitu, R3 juga tidak akan mendapatkan filtering yang tidak diinginkan R2.

R2(config)#access-list 5 permit 0.0.0.1  255.255.255.254
R2(config)#router eigrp 10
R2(config-router)#distribute-list 5 in s1/0
 
Maka pada tabel routing network dengan bilangan genap tidak akan muncul pada tabel routing. 

R2#sh ip ro
------------------------------------------------------

     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:00:09, Serial1/0
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C       2.2.2.2 is directly connected, Loopback0
     3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       3.3.3.3 [90/409600] via 23.23.23.3, 02:41:35, FastEthernet0/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/0
     11.0.0.0/32 is subnetted, 4 subnets
D       11.11.11.3 [90/2297856] via 12.12.12.1, 02:41:37, Serial1/0
D       11.11.11.1 [90/2297856] via 12.12.12.1, 02:41:42, Serial1/0
D       11.11.11.7 [90/2297856] via 12.12.12.1, 02:41:42, Serial1/0
D       11.11.11.5 [90/2297856] via 12.12.12.1, 02:41:42, Serial1/0

     12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       12.12.12.0 is directly connected, Serial1/0

Konfigurasi Filter Ganjil

Sekarang kita coba filter yang ganjil saja, artinya kita hanya mengizinkan address dengan host id yang genap saja. pertama hapus dulu filter yang genap. Baru setelah itu, kita buat filter untuk yang ganjilnya. Dan berbeda dari sebelumnya, wildcard 0.0.0.0 digunakan untuk loncatan address host genap.

R2(config)#no access-list 5 permit 0.0.0.1  255.255.255.254
R2(config)#access-list 5 permit 0.0.0.0  255.255.255.254
Setelah itu, konfigurasi access-listnya diletakkan pada konfigurasi routing EIGRPnya. Dengan memasukan distributed listnya.

R2(config)#router eigrp 10
R2(config-router)#distribute-list 5 in s1/0
Maka yang terjadi pada tabel routing adalah semua network dengan address akhir ganjil pada R1 tidak akan muncul pada tabel routing router R2 dan R3. Ya walaupun ngga terlalu beraturan gaes. Tapi dengan begini, filter ganjil sudah berhasil dilakukan.

R2#sh ip ro
------------------------------------------------------

     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C       2.2.2.2 is directly connected, Loopback0
     3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       3.3.3.3 [90/409600] via 23.23.23.3, 02:48:55, FastEthernet0/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/0
     11.0.0.0/32 is subnetted, 4 subnets
D       11.11.11.8 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:02:00, Serial1/0
D       11.11.11.2 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:02:00, Serial1/0
D       11.11.11.6 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:02:03, Serial1/0
D       11.11.11.4 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:02:03, Serial1/0

     12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       12.12.12.0 is directly connected, Serial1/0
R2(config)#
Pertanyaannya. Kenapa network 1.1.1.1/32 tidak muncul pada tabel routing? Karena network tersebut adalah ganjil yang berasal dari R1. Dan bagaimana cara kita memunculkannya lagi? Mudah sekali, tinggal tambahkan access list pada access list 5 seperti yang dikonfigurasikan sebelumnya.

R2(config)#access-list 5 permit 1.1.1.1
Maka, otomatis table routing 1.1.1.1 akan muncul kembali pada table routing R2 dan R3. Karena access list 5 juga merupakan distibute list yang sudah ditambahkan, maka saat menambahkannya lagi kita tidak perlu mendistribute list lagi gaes.
R2(config)#do sh ip ro
----------------------------------------------------------------
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
       i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
       ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
       o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:02:17, Serial1/0
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C       2.2.2.2 is directly connected, Loopback0
     3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       3.3.3.3 [90/156160] via 23.23.23.3, 00:08:54, FastEthernet0/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/0
     11.0.0.0/32 is subnetted, 4 subnets
D       11.11.11.8 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:03:01, Serial1/0
D       11.11.11.2 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:03:03, Serial1/0
D       11.11.11.6 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:03:03, Serial1/0
D       11.11.11.4 [90/2297856] via 12.12.12.1, 00:03:03, Serial1/0
Demikian penjelasan pada artikel filtering genap ganjil kali ini. Semoga membantu, sekian dari saya saran dan pertanyaan bisa letakkan di kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung, salam networking.

Tuesday, November 14, 2017

Cisco EIGRP : Lab 3 - Filtering Prefix List Out

Assalamu'alaikum

Selamat malam teman teman, salam networking. Masih melanjutkan lab sebelumnya. Berbeda dari lab lainnya, lab ini kita pisahkan supaya mereka tidak bertengkar xD. Materinya sih sama, alasan materialnya dipisah karena kita harus mengulang ulang materi agar mudah mengerti dan juga mudah mengingat konfigurasinya guys. Berbeda dari yang sebelumnya menggunakan metode IN pada router2, kali ini kita akan menggunakan metode OUT pada R2 yang menuju R3. Sehingga hanya R2 yang mendapatkan table routing, sedangkan R3 tidak. 

Topology

Masih menggunakan prefix list, namun kali ini kita menggunakan mode out pada distribute prefixnya. Walaupun berbeda mode, tapi hasilnya pun akan sama seperti lab sebelumnya. Namun, disini kita akan memfilter prefix 28 sampai prefix 30. Dan konfigurasi yang dilakukan juga akan lebih detail. Berikut topologynya. 

Konfigurasi Deny Accept Pada R2

Sebelum memulai konfigurasi prefix-listnya, setting dulu konfigurasi berikut.
  • Settingan ip address di setiap interface termasuk loopback 
  • Setting routing EIGRP di setiap router dengan settingan network 0.0.0.0 dan menggunakan no auto-summary. 
  • Setting loopback tambahan pada R1 dengan ip yang bervariasi subnetnya (samakan saja seperti pada lab sebelumnya). Lab 2 Cisco Routing : EIGRP - Filtering Prefix List IN
  • Jangan lupa di advertise loopback variasinya guys.
Jika semuanya sudah dikonfigurasi seperti perintah, sekarang tinggal konfigurasi prefix-listnya. Berbeda dari yang sebelumnya, akses list kali ini gunakan konfigurasi sebagai berikut.
 
R2(config)#ip prefix-list EIGRP_OUT seq 5 deny 11.11.11.0/24 ge 28 le 30
R2(config)#ip prefix-list EIGRP_OUT seq 10 permit 0.0.0.0/0 le 32
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, pada konfigurasi diatas kita akan memfilter subnet 28 sampai subnet 30 di network 11.11.11.0/24. Jika sudah tinggal kita distribusikan konfigurasinya pada routing EIGRPnya.

R2(config)#router eigrp 10
R2(config-router)#distribute-list prefix EIGRP_OUT out
Seperti judul, kita mengkonfigurasi distribusi prefixnya menggunakan mode out sehingga proses filternya akan dilaksanakan pada saat keluar interface. Konsepnya seperti ini, jika kita menyetting mode IN, maka filter akan dilakukan hanya untuk paket yang masuk kedalam router. Sehingga bisa dibilang router tidak akan mengizinkan masuk paket tertentu. Namun, berbeda halnya dengan mode OUT.

Filter yang diletakkan pada mode OUT, filter tersebut akan bekerja sebelum paket keluar dari router. Sehingga bisa dibilang router tidak akan mengadvertise/ mendistribusikan suatu network ke router lain.  

Hasil Akhir

Jika kalian mengkonfigurasi loopback seperti lab sebelumnya, maka setelah kita membuat prefix list pada routing EIGRP, tabel routing dari R2 dan R3 tidak akan ada subnet 28, 29 dan 30 pada network 11.11.11.0/24.

R3#sh ip ro
------------------------------------------------------

Gateway of last resort is not set

     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:12:08, FastEthernet0/0
D    2.0.0.0/8 [90/409600] via 23.23.23.2, 00:15:47, FastEthernet0/0
     3.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       3.3.3.3/32 is directly connected, Loopback0
D       3.0.0.0/8 is a summary, 00:15:48, Null0
     23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       23.23.23.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
D       23.0.0.0/8 is a summary, 00:15:51, Null0
     11.0.0.0/8 is variably subnetted, 4 subnets, 4 masks
D       11.11.11.0/27 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:07:59, FastEthernet0/0
D    12.0.0.0/8 [90/2195456] via 23.23.23.2, 00:15:53, FastEthernet0/0

Kesimpulan

Dua metode entah itu IN maupun OUT, bukan berdasarkan topology. Tapi berdasarkan konsepnya. Ketika IN, maksudnya tidak akan menerima network tertentu dari router manapun. Maka OUT adalah tidak akan mengadvertise network tertentu ke router manapun. 

Demikian penjelasan singkat mengenai filtering prefix list IN dan OUT. Semoga penjelasan saya mudah dimengerti. Yang masih bingung dan jangan bisa langsung tanyakan pada kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung, salam networking.  

Cisco EIGRP : Lab 2 - Filtering Prefix List IN

Assalamu'alaikum

Selamat sore, salam networking. Masih melanjutkan lab advance cisco, dan masih di materi filtering routing. Kali ini kita akan membahas cara filter prefix tertentu agar tidak prefix tertentu tidak di berikan akses. Hal ini juga kadang dilakukan untuk menghilangkan beberapa prefix ganda. Sehingga kita bisa memberikan prefix tertentu saja yang ingin kita allow untuk melewati routing advertise yang kita broadcast ke seluruh jaringan. 

Note : Biasakan membaca tuntas, karena materi cukup berat :v

Topology

Jika sebelumnya kita memfilter network tertentu. Maka sekarang saatnya untuk memfilter subnet tertentu. Pada kali ini kita akan menggunakan prefix list untuk memfilternya. Karena materi kali ini, menggunakan metode IN, maka kita bisa menentukan filternya apakah subnet-subnet tersebut boleh masuk atau tidaknya kedalam tabel routing.

Konfigurasi

Sebelum mengkonfigurasi, kita setting terlebih dahulu konfigurasi berikut.
  • Ip address di setiap interface termasuk loopback
  • Setting routing EIGRP dengan network 0.0.0.0 dan no auto summary (semua ip yang dibuat akan langsung diadvertise ke router eigrpnya). Pada semua router.
Setelah itu, kita konfigurasikan loopback baru yang bervariatif pada R1. Loopback yang bervariatif ini yang nantinya akan kita gunakan untuk kita filtering.

R1(config)#int lo1
R1(config-if)#ip addr 11.11.11.1  255.255.255.224
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo2
R1(config-if)# ip addr 11.11.11.129  255.255.255.248
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo3
R1(config-if)# ip addr 11.11.11.193  255.255.255.252
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo4
R1(config-if)# ip addr 11.11.11.234  255.255.255.240
R1(config-if)#ex
Setelah itu jangan lupa loopback yang sudah kita buat di advertise pada router1. Hal ini bertujuan agar network tersebut juga terdapat pada tabel routing pada router2 dan router3.

R1(config-router)#net 11.11.11.0 255.255.255.224
R1(config-router)#net 11.11.11.128 255.255.255.248
R1(config-router)#net 11.11.11.192 255.255.255.252
R1(config-router)#net 11.11.11.224 255.255.255.240
Setelah itu kita cek pada tabel routing router 2 atau router 3. Dalam tabel pasti network dengan 11.11.11.0/24 kebawah pasti telah tersetting.

R3#sh ip ro
------------------------------------------------------

Gateway of last resort is not set

     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:12:08, FastEthernet0/0
D    2.0.0.0/8 [90/409600] via 23.23.23.2, 00:15:47, FastEthernet0/0
     3.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       3.3.3.3/32 is directly connected, Loopback0
D       3.0.0.0/8 is a summary, 00:15:48, Null0
     23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       23.23.23.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
D       23.0.0.0/8 is a summary, 00:15:51, Null0
     11.0.0.0/8 is variably subnetted, 4 subnets, 4 masks
D       11.11.11.0/27 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:07:59, FastEthernet0/0
D       11.11.11.128/29 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:05:33, FastEthernet0/0
D       11.11.11.192/30 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:04:06, FastEthernet0/0
D       11.11.11.224/28 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:03:07, FastEthernet0/0
D    12.0.0.0/8 [90/2195456] via 23.23.23.2, 00:15:53, FastEthernet0/0
Tujuan konfigurasinya adalah subnet 27 dan 28 dengan network 11.11.11.0/24 tidak muncul pada tabel routing R2 maupun R3. Karena itu, sesuai judul kita setting dengan metode IN pada R2. Sehingga R2 tidak akan mendapatkan subnet yang diblok (27 dan 28) dan karena R2 tidak mendapatkan subnetnya, otomatis R3 juga tidak dapat karena tidak didistribusikan/diadvertise oleh R2. Jika tabel routing sudah seperti diatas, kita tinggal membuat konfigurasi prefix-listnya terlebih dahulu pada R2.

R2(config)#ip prefix-list EIGRP_IN seq 5 deny 11.11.11.0/24 le 28
R2(config)#ip prefix-list EIGRP_IN seq 10 permit 0.0.0.0/0 le 32
Keterangan :
  • Sequence (seq) : adalah tahapan konfigurasi yang dibaca sistem. Sistem akan membaca tahapan sesuai nomor sequencenya. Tahapan yang dibaca pertama adalah sequnce 1, 2, 3 dst. Saya menggunakan seq 5 untuk mencegah jika suatu saat kita ingin menambahkan suatu konfigurasi yang berkaitan dengan tahapan ini lagi. Sehingga kita membuat celah untuk tempat konfigurasi lainnya suatu saat nanti.
  • Deny dan permit adalah host yang ditolak atau di terima
  • Selanjutnya ada le dan ge. Dua konfigurasi ini memiliki perbedaan fungsi. Le digunakan untuk subnet dari terbesar ke terkecil (/24 - /23 - /22 – dst). Sedangkan ge dari terkecil ke terbesar  (/24 - /25 - /26)
  • Le dan Ge berpatokan pada network yang di konfigurasikan. Contoh pada settingan diatas. Deny 11.11.11.0/24 le 28. Maksudnya ini menolak host pada network 11.11.11.0/24 namun hanya subnet 28 ke terbesar. Bisa dibilang mendeny subnet /28, /27, /26, /25 dan /24. 
  • Dan terakhir konfigurasi permit 0.0.0.0/0 le 32. Bisa dibilang konfigurasi ini seperti permit any pada konfigurasi access list di lab-lab sebelumnya.
Jika kita sudah menyetting prefix-listnya, sekarang kita distribusikan konfigurasi tersebut pada routing EIGRP yang telah disetting. Dan sesuai judul, kita konfigurasikan distibusi konfigurasi tersebut dengan konfigurasi IN

R2(config)#router eigrp 10
R2(config-router)#distribute-list prefix EIGRP_IN in
Maka seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, pada table routing subnet 27 dan 28 tidak akan muncul. Karena kita sudah menyetting kutipan konfigurasi prefix list le 28 yang berdasarkan network 11.11.11.0/24. Jika pada tabel routing terdapat /26 dan /25, maka subnet tersebut akan terdeny juga oleh konfigurasi prefix-list.

R3#sh ip ro
------------------------------------------------------
------------------------------------------------------

     23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       23.23.23.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
D       23.0.0.0/8 is a summary, 00:15:51, Null0
     11.0.0.0/8 is variably subnetted, 4 subnets, 4 masks
D       11.11.11.128/29 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:05:33, FastEthernet0/0
D       11.11.11.192/30 [90/2323456] via 23.23.23.2, 00:04:06, FastEthernet0/0
D    12.0.0.0/8 [90/2195456] via 23.23.23.2, 00:15:53, FastEthernet0/0
Demikian penjelasan mengenai filtering prefix Eigrp cisco, semoga memudahkan anda mencapai cita cita anda. Kita lanjut di artikel sebelah guys. Materialnya sama, hanya bedanya prefix yang di filter dengan metode out. Dan juga menggunakan metode ge. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan bisa letakkan di kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung, salam networking.

Monday, November 13, 2017

Cisco EIGRP : Lab 1 - Filtering Distributed List

Assalamu'alaikum

Selamat malam teman teman, salam networking. Berbeda dari hari hari sebelumnya, saya update kali ini baru sempetnya malem gaess :v. Rencana jadwal kedepan minggu ini bakal update pas malam terus, dikarena belakangan ini saya sedang mengembangkan video tutorial untuk mengimprovment blog ini juga sih hehe. Bagi yang penasaran, kalian bisa langsung cek link berikut untuk mengecek video video terbaru dari saya guys. Jangan lupa di subscribe yo hehe. 

Karena kita sudah masuk ke materi tahap advance. Rencana juga bakal update materi materi advance lainnya pada blog ini. Karena kebetulan modul yang pernah saya buat dulu tiba tiba ketemu lagi nih. Bakal banyak banget rencana kedepannya, semoga kalian tetap betah nunggu artikel artikel menarik lainnya dan hanya disini saja guys hehe.

Langsung saja, kita bahas pembahasan kita berikut ini. Materi kali ini berkaitan erat dengan routing. Kalian bisa mengimplementasikannya pada device cisco beneran atau juga bisa menggunakan simulator gns3 yang sudah pernah saya bahas sebelum sebelumnya guys. Yang masih bingung setup simulator cisco pada gns3, kalian bisa langsung cek link berikut, Belajar GNS3 3 : Memasukan Ios Router Ke Sistem GNS3



Topology

Mulai masuk routing lanjut. Pada kali ini kita akan membahas teknik-teknik dari routing EIGRP. Teknik pertama tentang filtering yang menggunakan distributed list. Distributed list-nya berdasarkan settingan pada access list. Seperti pada konfigurasi-konfigurasi router EIGRP sebelumnya, kita menggunakan topology berikut ini untuk lab-lab routing lanjut.


Sebelum mengkonfigurasi, kita konfigurasikan terlebih dahulu :
  • IP address setiap interface termasuk loopback setiap router 
  • Konfigurasikan EIGRP di setiap network terdekat router termasuk loopback

Cek Tabel Routing

Setelah itu, berdasarkan topology, kita akan coba memfilter network 3.3.3.3, milik router 3 agar tidak masuk kedalam tabel routing pada R1. Dalam hal ini, kita bisa menggunakan 2 cara. Cara yang sama seperti lab access list yaitu cara in dan out. Sebelum kita memfilter, cek terlebih dahulu network 3.3.3.3/32 pada table routing. 
 

R1#sh ip ro
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
       i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
       ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
       o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     1.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       1.1.1.0 is directly connected, Loopback0
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       2.2.2.2 [90/2297856] via 12.12.12.2, 00:00:31, Serial1/0
     3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       3.3.3.3 [90/2323456] via 12.12.12.2, 00:00:19, Serial1/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
D       23.23.23.0 [90/2195456] via 12.12.12.2, 00:00:31, Serial1/0
     12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       12.12.12.0 is directly connected, Serial1/0

Konfigurasi Deny Access In Method

Pada tabel routing membuktikan bahwa network 3.3.3.3 masih belum di filter. Untuk itu, kita setting filternya. Pertama buat access listnya terlebih dahulu. Karena kita hanya ingin memfilter host/network tertentu, maka kita gunakan standar acces list. Setting standar access list untuk menolak network loopback milik R3 (3.3.3.3/32) dan mengizinkan network lainnya (permit any)

R1(config)#access-list 5 deny 3.3.3.3
R1(config)#access-list 5 permit any
Setelah itu, kita masukan access list tersebut pada settingan distributed list di eigrp 10 yang telah kita setting. Setting distributed list dengan settingan IN. 

R1(config-if)#router eigrp 10
R1(config-router)#distribute-list 5 in s1/0
Maka pada tabel routing, network 3.3.3.3 tidak muncul karena sudah di filter. Konsep deny access in method ini sama seperti metode filtering firewall. Sehingga kita tidak mengizinkan beberapa akses untuk masuk maupun melewati router kita.

R1#sh ip ro
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
       i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
       ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
       o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     1.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       1.1.1.0 is directly connected, Loopback0
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       2.2.2.2 [90/2297856] via 12.12.12.2, 00:26:40, Serial1/0
     23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
D       23.23.23.0 [90/2195456] via 12.12.12.2, 00:26:40, Serial1/0
     12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       12.12.12.0 is directly connected, Serial1/0

Konfigurasi Deny Access Out Method

Kita juga bisa menggunakan cara kedua yaitu out. Cara ini dilakukan jika kita tidak ingin mendistribusikan network tertentu ke router lain. Karena hal tersebut, kita menggunakan konfigurasi out pada R2 tepatnya interface s1/0 R2. Karena yang di filter adalah network yang sama seperti sebelumnya, maka settingan access listnya sama seperti sebelumnya bedanya hanya disetting pada R2. Sebelum mengkonfigurasi, kita hapus dulu access list 5 pada R1.

R1(config)#no access-list 5
R2(config)#access-list 5 deny 3.3.3.3
R2(config)#access-list 5 permit any
Setelah itu, kita setting distributed list pada router EIGRPnya. Kali ini setting menjadi “OUT” di interface s1/0.

R2(config-if)#router eigrp 10
R2(config-router)#distribute-list 5 out s1/0
Sehingga dengan begini, network 3.3.3.3/32 tidak akan di distribusikan/di advertisekan oleh R2 kearah R1. Dan hasilnya pada tabel routing di R1, sama seperti sebelumnya network 3.3.3.3/32 tidak akan muncul pada tabel routing R1.

Demikian penjelasan mengenai filtering distibute list pada routing EIGRP Cisco, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan bisa letakan di kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung, salam networking. 

Tuesday, November 7, 2017

Lab 48 MikroTik - Simple Queue Limit Lokal

Assalamu'alaikum

Selamat pagi teman teman, salam networking. Masih melanjutkan lab bandwidht sebelumnya. Mungkin terlihat lebih kompleks, karena sebelumnya kita hanya memanagement satu user saja. Di Lab kali ini kita akan coba memanagement bandwidth, bagaimana cara mamaksimalkan quality of service dari sebuah jaringan yang kita kelola dengan cara melimit per user. 


Topology

Untuk topology, tidak terlalu jauh berbeda dari lab sebelumnya. Di topology kali ini kita akan menggunakan 2 user. Sehingga total bandwidth yang diberikan adalah pembagian terhadap dua user tersebut. 

Limit Per Lokal

Metode limit per lokal adalah metode yang digunakan ketika kita ingin menggrupkan anggota tertentu atau lokal tertentu. Sehingga semua device yang berada pada grup tersebut berada pada limit yang sama. Sebagai contoh kita ingin melimit grup android karena update playstorenya cukup memakan bandwidth yang besar. Sebelumnya pun juga pernah saya bahas materi ini di limitasi android. Bagi yang penasaran bisa cek di link berikut ini.
 

Karena sesuai dengan penggunaannya, limit ini sangat tidak dianjurkan untuk melimit per usernya. Dikarenakan limit yang diberikan pada semua user pada jaringan lokal tersebut akan saling berebut bandwidth. Bagi saya, kadang kadang limit seperti ini bisa digunakan ketika ada suatu grup user di jaringan, dimana grup ini cukup memeras penggunaan bandwidth, maka seluruh isi grup digabungkan pada limitasi bandwidth yang sama sehingga mereka akan berebut kecepatan bandwidth yang saya berikan :v.
 

Limitasi Per User

Dari metode diatas, kita jadi tau bahwa limitasi perlokal adalah limitasi max yang diberikan ke semua user yang berada pada target lokal dengan netmask tertentu. Karena hal tersebut, kita bisa memberikan limitasi per user ketika kita ingin perusernya tidak saling berebut bandwidth.
 
 

Lalu bagaimana jika di suatu perusahaan terdapat banyak user. Apakah kita harus melimit per user agar bandwidth yang kita punya dapat diberikan secara merata ke semua user? Jawabannya tidak, menurut saya bandwidth yang dimiliki perusahaan itu tidak perlu dilimit. Pengecualian buat provider mungkin iya. Bagi perusahaan yang keuntungannya besar itu, pembayaran bulanan bandwidth adalah hal yang mudah. 

Kecuali jika ada beberapa user atau koneksi tertentu seperti update windows, download film, atau semacamnya yang memang benar benar benar mengganggu ketika sedang rush hours (jam sibuk) dan komplenan pun banyak :v. Kalian harus turun tangan untuk membuat beberapa rule untuk mengecek koneksi atau user siapa yang sedang mengganggu. Dalam hal ini langkah yang paling tepat adalah melimit koneksi tersebut, daripada mematikan koneksi si user walaupun kalian sendiri tau siapa pelakunya hehe. 

Demikian penjelasan lanjutan dari lab sebelumnya, semoga ada manfaatnya. Dan penjelasan detail mengenai strategi quality of service pada jaringan lokal mungkin akan saya bahas pada lab selanjutnya. Sekian dari saya, saran da pertanyaan silahkan lemparkan di kolom komentar. Sampai berjumpa lagi di lab selanjutnya. Salam networking.

Monday, November 6, 2017

Lab 47 MikroTik - Penjelasan Bandwidth dan Simple Queue Max Limitation

Assalamu'alaikum

Selamat pagi, salam networking. Berjumpa lagi dengan saya si admin kesepian, saking kesepian kerjaannya ngapdet blog terus xD xD. di material kali ini kita akan memasuki bab baru yaitu permasalahan bandwidht. Bagi teman teman, mungkin ada yang tau apa itu bandwidht, barangkali juga ada yang tidak tau atau bahkan ada juga yang pernah mendengar dan tidak asing dengan kata bandwidht tersebut.

Penjelasan Bandwidht

Mungkin saya akan menjelaskan sedikit apa itu bandwidht menurut pandangan saya. Karena bagi saya ini cukup susah dijelaskan jika dijelaskan secara rinci dengan detail agar kalian bisa mudah memahami makna bandwidht yang sebenernya :v. Dari masa sekolah, sosial, sampai kerja bahkan di lapanganpun penjelasan tentang bandwidht ini selalu berbeda beda. Kali ini kita langsung simpulkan saja, bandwidht itu adalah kecepatan internet. Dasarnya adalah sebuah kecepatan yang digunakan untuk bisa berjelajah di dunia yang kita sebut dunia sosialita tersebut. 

Dari kata kecepatan tersebut, kita tau bahwa bandwidht berada di mana saja. Karena jaringan lokal yang dibangunpun memiliki bandwidht yang bisa di kelola. Sesuai dengan thumbnail atau header artikel kali ini. Pada jaringan saya dari PC ke Mikrotik pun memiliki bandwidht atau kecepatan tersendiri. Ya, walaupun pcnya sudah gigabit (1000Mbps) tapi mikrotiknya masih fast ethernet (100Mbps), sehingga menjadikan port pcnya menjadi ngga terlalu berguna karena kecepatan si mikrotik masih belum mampu menggunakan gigabit. Ada beberapa faktor yang menentukan kecepatan internet
  • Perangkat NIC PC, Leptop ataupun port pada device jaringan.
  • Port Patch Panel 
  • Kabel
  • Crimpingan
Untuk port patch panel, kabel dan crimpingan masih menjadi misteri karena ketiga hal ini pernah saya temui beberapa di lapangan dan hal tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya :v.
Kita lanjut, karena jaringan lokal saya belum gigabit, tetapi fast ethernet sesuai yang mampu ditangani routerboard yang saya miliki. Maka jaringan lokal saya hanya bisa menampung bandwidht sebesar 100Mbps saja. Itu artinya, kalaupun semisal saya berlangganan internet secepat 100 Mbps keatas, maksimal internet yang saya dapatkan tetap mentok di 100Mbps saja.

MikroTik Bandwidht Test Tools

Kalian bisa mengecek perangkat atau jaringan lokal kalian setidaknya kalian bisa mengecek jaringan disisi user sampai ke gateway jaringan yang mengelola akses internet masuk keluar. Aplikasi bandwidht tools ini bisa mengecek bandwidht sampai full traffic. Pengecekkan Full traffic ini adalah kondisi dimana pengecekkan dilakukan sesuai kecepatan yang mampu ditangani oleh perangkat jaringan kalian. Itu sudah termasuk device switch, akses point dan device device lainnya yang berada pada jaringan lokal kalian.

Aplikasi MikroTik Bandwidth Test ini bisa kalian dapatkan di link https://mikrotik.com/download. Dan aplikasi ini hanya support terhadap perangkat mikrotik. Lanjut, sesuai dengan kemapuan device routerboard saya yang hanya fast ethernet, kita akan membuktikannya dengan aplikasi ini. Perangkat mikrotik langsung dikoneksikan ke pc saya. Bagi kalian yang perlu topology, gambar header di artikel ini menjadi saksinya :v. 

Di gambar berikut saya test dua metode Rx (download) dan Tx (Upload) secara terpisah. Artinya saya mengetes ini di waktu yang berbeda. Protocol yang saya gunakan adalah TCP. Artinya saya memberikan full traffic point to point antara pc dengan mikrotik saya. Dari hasil test, kita bisa melihat bahwa bandwidht berkisar 90Mbpsan. Dan dapat dipastikan bandwidth tidak dapat melampaui 100Mbps keatas. Kecuali kalau saya upgrade routerboard saya hehe.


Lain halnya jika kita mengetest Rx dan Tx di waktu yang bersamaan. Dalam hal ini kita akan menyebutnya traffic yang tidak balance (seimbang). Dimana traffic yang akan terjadi adalah tarik tarikan bandwidht antara upload dan download. Dan keduanya sedang berjalan diwaktu yang bersamaan, maka tidak ada diantara keduanya yang mencapai 100Mbps. Karena 100Mbps tersebut terbagi menjadi dua koneksi yaitu upload dan download hanya saja tidak balance.

Penggunaan Aplikasi MikroTik Bandwidth Test

Karena kita sudah mulai masuk ke material bandwidth, alangkah baiknya kalian siapkan aplikasinya dan tau cara mengoperasionalkannya. Di aplikasinya, kalian masukan address dari mikrotik yang ingin kalian test bandwidht. Mikrotik ini adalah mikrotik apapun bahkan yang ada ip publiknya pun bisa dilakukan. Untuk protocol ada dua yang bisa kita test antara udp dan tcp. Directionnya bisa dipilih sendiri antara send (upload, Tx) receive (download, Rx) ataupun keduanya (both). Setelah itu masukan akses user dan password mikrotik tersebut.


Cek Bandwidth Internet

Bicara soal cek bandwidth, tentu saja internet pasti ada bandwidthnya. Contoh yang paling biasa kalian lakukan adalah download. Pada tab download atau aplikasi pihak ketiga untuk mendownload pasti akan memunculkan speed (kecepatan) akses internet yang kalian miliki. Selain itu kalian juga bisa cek bandwidht internet kalian di beberapa situs speedtest yang ada di google. seperti contohnya di speedtest.net. 

Untuk memulai lab simple queue mikrotik, terlebih dulu coba kita cek speedtest internet kita. Oiya, untuk lab lab queue ada beberapa yang butuh akses internet ya guys. Hanya buat contoh saja sih sebenernya, buat pengetestan nantinya guys.
 

Topology

Untuk memulai lab queue kita coba mulai dari yang dasar dahulu. Kita mulai dari satu user. Dan karena internet saya alhadulillah lumayan bisa dibilang cepat, kita akan coba melimit internet lumayan besar juga :v. Yap, betul lab kali ini adalah untuk melimit kecepatan si user. Didalam lab ini kita akan menggunakan metode limit terendah. Sehingga user yang terkoneksi akan mengikuti limit terendah yang diberikan oleh router. Ntah itu koneksi lokal peer to peer, ataupun koneksi ke internet. 
 

Konfigurasi Simple Queue

Untuk mengkonfigurasi queue atau bandwidth adalah pada menu queue. Lalu pada tab simple queue tambahkan rule baru. Target yang diberikan adalah user 10.10.10.2. Sesuai dengan topology, kita akan melimit koneksi upload di 5Mb, dan koneksi download di 7Mb. 

Kita juga bisa memberikan rule Dst, rule ini digunakan untuk address tujuan yang ingin dilimit. Contohnya ip server kalian atau bahkan ip ip lainnya. Namun, di lab ini kita akan mencoba melimit semuanya khusus untuk user 10.10.10.2
 

Pengetestan

Untuk pengetestan, kita bisa mencoba speedtest lagi. Maka kecepatan akan berubah dari kecepatan sebelumnya. Ya walaupun tidak sampai di 5Mbps di upload dan 7 Mbps di download. Ingatlah bahwa bandwidht itu susah ditebak :v. tergantung mood si perangkat jaringan mau ngasih bandwidht berapa. Konfigurasi yang kita terapkan hanya untuk memastikan kecepatan user tidak melebihi kecepatan tersebut.
 

Pengetestan yang lebih pasti bisa menggunakan aplikasi bandwidth test yang sudah dijelaskan tadi. Dan pada rule yang kita buat tadi, pada tab traffic kita juga bisa melihat jumlah traffic yang sedang digunakan user. Karena dalam waktu yang sama kita menggunakan aplikasi btest, maka traffic yang terlihat pada router pun juga akan menunjukan hasil yang signifikan.
 

Demikian penjelasan mengenai bandwidth, lumayan panjang uga :v. Gapapa, semoga agan agan networkers bisa paham sama penjelasannya :v. Sekian dari saya, saran dan pertanyaan bisa letakkan di komentar. Terima kasih sudah berkunjung, salam networking. Dan tetap ikuti artikel artikel lainnya, terima kasih. 

Kenal Saya

Follow My Twitter

Profil



Nama saya Alfa Farhan Syarief, web ini ada berdasarkan nama saya sendiri. Saya sendiri masih duduk tingkat SMK. Lebih lengkapnya saya masih bersekolah di SMKN 1

More »

Blog Archive

Recent Comment